Puluhan Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Penanggulangan Terorisme oleh BNPT

JAKARTA,reformasitotal.com

40 pelaku usaha yang tergabung dalam Entrepreneur’s Organization Indonesia (EO) mendapat bekal pengetahuan pencegahan dan penanggulangan terorisme saat mengunjungi kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) di Sentul, Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Dalam visitasi ini, BNPT sangat senang menyambut para pelaku usaha. Lewat program learn from expert  BNPT siap untuk meningkatkan pengetahuan anggota dalam bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme,” jelas Direktur Regional dan Multilateral BNPT, M. Zaim Nasution, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (17/11/2022).

Kegiatan Visitasi itu turut dihadiri oleh Inspektur BNPT Catur Iman Pratignyo, Kepala Biro Umum (Karoum) BNPT Fanfan Infansyah, Kasubdit Bina Dalam Lapas Khusus Teroris Kurniawan, dan Kasubdit Perlindungan WNI dan Kepentingan Nasional di Luar Negeri Sigit Karyadi.

Direktur Regional dan Multilateral BNPT mengatakan, pembekalan pengetahuan penanggulangan terorisme ini sejalan dengan program rutin EO, yakni learn from expert, dimana anggota berkesempatan belajar langsung dengan ahli atau pakar dalam bidangnya.

Dalam hal ini BNPT memberikan materi pembekalan berupa dasar hukum Undang – Undang Nomor 5 tahun 2018, Program Deradikalisasi, hingga inovasi Program Warung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN).

Kegiatan visitasi itu juga diisi dengan sesi berbagi (sharing) pengalaman oleh Warga Negara Inggris dan Afrika Selatan, Stephen McGown, yang pernah diculik oleh kelompok Al-Qaeda di Timbuktu, Mali pada 2011 dan ditahan selama enam tahun.

“Selama di kamp tahanan, saya berusaha keras untuk bertahan hidup. Kembali ke rumah hidup-hidup menjadi tujuan satu-satunya. Untuk mencapai ini, saya menyadari bahwa saya harus melakukan semua yang saya bisa untuk meningkatkan status saya di mata para penculik,” ungkap dia.

Menurut MecGown, untuk mencapai tujuan tersebut, dirinya belajar bahasa Arab dan Prancis secara otodidak.

Dia juga turut memberikan motivasi bagaimana cara untuk menghadapi situasi sulit ketika dalam kondisi yang mencekam.

“Jika anda dalam kesulitan, tetaplah mengubah kesulitan itu menjadi suatu hal yang positif,” katanya.

Visitasi ditutup dengan sesi diskusi bersama 40 anggota EO Indonesia dan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meninjau balai-balai latihan bagi para mitra deradikalisasi.**

RED-REZA.S

Back to top button