Abah Anton Mengutuk Keras Terjadinya Pencopotan Label Gereja , Oleh Siapapun Dalam Rangka Bantuan Bencana Alam di Cianjur.

BANDUNG,reformasitotal.com

Saya secara pribadi maupun atas nama organisasi yang selama ini berjuang bersama-sama  saya antara lain :  SAMMARI, Koalisi Rakyat Bersatu, BP2MP, Lasykar Siliwangi, Manggala Garuda Putih,  Fantastik, Almagari, GNPK RI dll. ,mengutuk keras terjadinya pencopotan label gereja , oleh siapapapun dalam rangka bantuan bencana alam di Cianjur.

Karena dalam hal ini mereka datang dalam misi kemanusiaan, semangat gotong royong untuk saling tolong menolong, saling peduli antar sesama, bukan misi agama, jika mereka memakai Label adalah suatu hal yang wajar, semua yang datang membawa spanduk, label dan benderanya masing-masing, tidak ada yang berhak melarang dari komunitas apapun, termasuk komunitas agama yang berlainan, jika pencopotan label ini ditolelir, agar bupati dan Kapolres memberlakukan hal yang sama , jangan ada satu Tulisan atau Atributpun yang diperbolehkan dalam rangka memberi  bantuan terhadap Bencana Cianjur, Termasuk label-label Pemerintah dan Label Polisi itu sendiri, jika betul-betul murni alasannya hanya untuk  Kemanusiaan semata,  sebagaimana pernyataan yang disampaikan Bupati dan Kapolres , Tolong agar berhati-hati dalam membuat suatu statement, jangan sampai terkesan  standar ganda , jangan sampai terlihat menyolok mata, dimana yang ini boleh, tapi yg itu tidak boleh dicopotin atribut dan labelnya , apalagi disini terlihat dicopot karena alasan  Agama.  Sangat sangat tidak relevan dan tidak logis, jika karena bantuan Bencana ini dianggap sebagai sebuah missi untuk penyebaran agama, Terlepas dari alasan apapun juga. Ini adalah Tindakan Intoleransi yang tidak boleh dibiarkan , harus ditindak tegas , sekali lagi harus ditindak tegas, Sebagaimana yang saya simak Pernyataan Pak RK Gubernur Jabar. saya sepakat sekali, karena jika terus dibiarkan, hal ini akan dianggap sebagai sebuah pembenaran, dan pasti akan terus terulang. Ingat Indonesia ini bukan negara agama tapi Negara yang Berazaskan BHINEKA TUNGGAL IKA, bukan milik satu agama tertentu, bukan juga milik mayoritas, karena dengan Konsepsi Bhineka tunggal ika ini kita semuanya faham, sudah tidak ada lagi Mayoritas dan Minoritas, tidak ada lagi Superioritas yang paling Aku.

 

Insya Allah saya yang berbicara disini  Seorang Muslim, Alhamdulillah Pernah Ziarah ke Makkah 4X, Sepanjang perjalanan saya Belajar Ilmu agama,  Islam tidak pernah mengajarkan Untuk merusak, apalagi Membenci dan Mendeskriditkan agama lain.

Saya mohon dalam hal ini pemerintah, aparat keamanan cq kapolri bisa bertindak tegas, para ulama yang Nasionalis &  agar turut juga mengingatkan masyarakat luas, Wattawa Saubil haq Watawwa saubil Sob.. jangan sampai ibarat pepatah Sudah Jatuh (Kena Bencana), ketimpa tangga pula, Semoga dari Kejadian ini kita sebagai sebuah Bangsa, bisa lebih saling menghargai dlm berbagai aspek kehidupan sosial, antar umat Beragama.

Kikis habis sikap-sikap intoleran di NKRI ini, karena bila terus menerus dibiarkan akan jadi Virus yang lebih Berbahaya dari Covid 19, yang akan membahayakan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di NKRI ini. Merdeka !!!.

Oleh : Irjen Purn Anton Charliyan

Back to top button