BNPT Ajak Anak Muda Jakarta Rawat Kebhinekaan di Warung NKRI 1947 Café

JAKARTA,reformasitotal.com
Anak muda Jakarta diajak untuk turut merawat kebhinekaan bangsa melalui acara yang di gelar di Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI atau Warung NKRI 1947 Café.
“Warung NKRI 1947 harus menjadi penyuluh bagi anak muda di Jakarta dalam merawat bangsa ini,” ujar Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, dalam keterangannya terkait dengan peluncuran Warung NKRI 1947 Café di Kec Matraman, Jakarta Timur belum lama ini.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta, aktivis Cipayung dan aktivis nasional.
Kepala BNPT menyatakan, dirinya selalu mengajak generasi muda untuk bersatu melawan ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Sebab, generasi muda merupakan salah satu pilar negara yang memiliki nilai strategis untuk diajak berkolaborasi dalam merawat kebhinnekaan.
“Ada sebuah ideologi transnasional yang mencoba masuk di tengah masyarakat, yang tidak sejalan dengan kepribadian bangsa, oleh karena itu kita gandeng pemuda sebagai pilar pembangunan negara untuk turut merawat kebhinekaan,” jelas dia.
Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Burzah Zarnubi, mendukung pembentukan Warung NKRI yang melibatkan pemuda di seluruh Indonesia.
Menurutnya, peran pemuda dalam Warung NKRI ini sangat strategis di mana dengan banyaknya dialog kebangsaan akan memperkuat imunitas mereka terhadap virus yang kerap mengganggu ideologi Pancasila.
“Warung-warung seperti ini harus masif di seluruh Indonesia, dialog-dialog seperti ini penting dilakukan karena pemuda kita energinya masih kuat, mereka perlu diajak dialog untuk menyelesaikan problem bangsa, jangan sampai pemuda terkena virus yang mengganggu stabilitas kehidupannya,” ujar Burzah.
Sekjen Pengurus Besar (PB) HMI, Badai Pamungkas Putra, menambahkan, pemuda di Jakarta siap berkomitmen untuk menjadi agen transformasi kehidupan masyarakat yang lebih toleran.
Dalam hal ini PB HMI dipastikan akan mendorong pemuda untuk menyebarkan doktrin nasionalisme yang kuat demi menciptakan kehidupan yang toleran.**
RED-MUHLIS RISMAULANA YUSUP







