Startup Digital Didorong Lakukan Tiga Aksi Nyata Hadapi Tantangan Global

JAKARTA,reformasitotal.com

Perusahaan rintisan atau startup digital didorong melakukan tiga aksi nyata untuk meningkatkan resiliensi dalam menghadapi tantangan global, yang diprediksi semakin berat akibat Pandemi COVID-19 yang belum berakhir dan perubahan geopolitik di Ukraina.

“Kita perlukan aksi (nyata) dalam situasi seperti ini. Pertama keberpihakan pada produk dalam negeri. Kedua, efisiensi tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja. Dan ketiga, mengedepankan model usaha yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pasar,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, dalam keterangannya terkait Forum Ekonomi Digital Kominfo V, di Jakarta, belum lama ini.

Dalam FEDK V, Menkominfo Johnny G. Plate didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan, Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika I Nyoman Adhiarna, dan Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Bonie Pudjianto.

Hadir pula Ketua Umum Indonesia e-Commerce Association (idEA) Bima Laga, Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) Markus L. Raharja, Direktur INDEF Tauhid Ahmad, dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ibrahim Kholilul Rohman.

Menurut Menkominfo, aksi pertama keberpihakan pada produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan menopang aktivitas ekonomi digital di sektor distribusi atau platform lokapasar (marketplace).

Oleh karena itu, pelaku ekonomi digital itu diajak membangun komitmen bersama untuk meningkatkan keberpihakan kepada pelaku UMKM.

“Bapak Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk beli dan berpihak pada produk dalam negeri. Kalau kita ingin menghadapi winter (musim dingin) ini, potensi stagflasi (stagnasi dan inflasi) yang tinggi, perhatikan keberpihakan secara afirmatif untuk belanja produk hasil karya anak bangsa di dalam negeri. Di sektor digital, saya juga minta itu,” kata dia.

Pada aksi kedua yang  berkaitan dengan efisiensi, Menkominfo Johnny mengharapkan agar pelaku startup digital bisa menerapkan strategi agar tetap menjaga model usaha yang resilien.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi, pelaku usaha ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan satu persoalan, tapi mengantisipasi timbulnya persoalan baru yang lebih besar.

“Jadi tantangannya di satu sisi terjadi stagflasi, di sisi yang lain, kita di dalam negeri masih bisa bertahan. Kita bisa lakukan efisiensi, tapi efisiensi tidak sama dengan layoff. Jadi tolong kita perhatikan baik-baik,” tuturnya.

Sedangkan pada aksi Ketiga, Menkominfo Johnny mengajak pelaku startup digital mencari jalan baru dan model usaha yang inovatif, mampu mendisrupsi pasar dan memberikan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat.

Dia optimistis, tiga aksi nyata startup digital yang disokong kolaborasi dari sektor digital, akan berkontribusi terhadap kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

“Marilah kita juga tunjukkan bahwa sektor digital memang resilient di dalam negeri. Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju,” tegasnya.

Forum Ekonomi Digital Kominfo V bertema “Musim Dingin Startup Digital: Dampak dan Tantangan Terhadap Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia” menghadirkan perwakilan lembaga pemerintah, CEO, founder dan pimpinan puncak ekosistem ekonomi digital.  Setiap peserta menyampaikan isu strategis sesuai problem statement yang diusulkan dalam forum. Sekaligus mendiskusikan dan mendalami sesuai pemahaman dan pengalaman masing-masing.**

RED-DODI

Back to top button