Mendikbudristek Apresiasi Semua Pelajar yang Semangat Berkarya dan Berprestasi

JAKARTA,reformasitotal.com

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Nakarim menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pelajar berbakat Indonesia atas semangatnya terus berkarya dan berprestasi.

“Saya ingin  menyampaikan terima kasih juga kepada mitra Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas)/Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) serta semua pihak yang terus mendukung upaya manajemen talenta yang saat ini menjadi salah satu prioritas dari gerakan Merdeka Belajar,” tutur Menteri Nadiem pada acara Puncak Apresiasi Talenta Berprestasi dan Mitra 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

“Saya  menyebut kata gerakan itu sengaja bapak ibu, karena kalau ini hanya menjadi kebijakan saja tidak mungkin sukses, tidak mungkin kita cita-cita kita tercapai, itu tidak mungkin, ini harus lebih dari kebijakan harus menjadi gerakan, itulah ciri-ciri terpenting dari pada suatu perubahan budaya pendidikan kita,” ujarnya.

Kemendikbudristek terus komitmen menghadirkan ruang-ruang untuk mendukung perkembangan bakat dan peningkatan prestasi pelajar. “Mari kita semua terus bergerak serentak melahirkan generasi pelajar Pancasila yang cerdas dan berprestasi untuk mewujudkan Merdeka Belajar,” ajaknya.

Menteri Nadiem menyebutkan,  mendengar angka-angka yang begitu besar adik-adik yang meraih prestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional, ia jadi jauh lebih optimis menjadi Menteri Pendidikan, jauh lebih  optimis akan masa depan Indonesia di generasi berikutnya.

“Saya itu punya mimpi dari awal menjadi menteri bahwa pencapaian-pencapaian prestasi itu bisa sama martabatnya/statusnya dengan misalnya IPK yang sempurna. Itu sebenarnya harapan besar saya, bahkan kalau di tingkat nasional atau internasional harus melewati IPK sempurna,  karena  ada satu hal yang sangat unik mengenai prestasi ini.  Kita cuma melihatnya pada saat yang berjuang lalu mendapatkan piala, tetapi persiapan yang harus dilakukan anak itu, tim yang mengelilingi anak itu, mau itu orang tua teman-temannya, guru-gurunya yang mendukung dia,” ujarnya.

Itu adalah suatu usaha yang melatih jiwa pertarungan di dalam masing-masing anak-anak, melatih kepemimpinan dan melatih dia untuk jauh lebih tangguh,  karena  sudah pasti yang menang-menang itu dulunya ya kalah-kalah. Menang itu tidak tiba-tiba saja, menang-menang itu membutuhkan mencoba berbagai macam cara untuk menjadi lebih baik. Tapi kalah-kalah dulu. Jadi sebenarnya biasanya yang menang itu yang berani kalah berapa kali tapi pantang menyerah dan terus maju.

“Itu buat saya adalah karakter Pancasila, itu adalah karakter sangat  penting yang mau kita dorong dengan adanya Pusat Prestasi Nasional yang sekarang menjadi semakin besar, semakin terlibat berbagai macam unsur masyarakat.  Bakat yang dimiliki seorang anak itu adalah bekal awalnya saja, sehingga harus dikembangkan agar menghasilkan inovasi yang membawa perubahan besar,  tidak ada masalah anak itu nanti mau terus dibidang itu apa tidak. Kalau dia terus Alhamdulillah, kalau tidak juga gak apa-apa karena pengalaman dari mengalami Pertarungan ini gagal sukses preparasi tampil depan orang dan lain-lain itulah sebenarnya yang terpenting,” terangnya.

Selama tiga tahun terakhir ini, Puspresnas menjalankan program ajang prestasi dan ajang talenta,  itu perlombaan-perlombaan dari jenjang SD, SMA sampai mahasiswa, dan banyak sekali bidang-bidang yang bisa dipilih sesuai dengan minat dan bakat.

“Salah satu hal yang membuat saya sangat dekat dengan aktivitas-aktivitas prestasi nasional ini adalah bahwa dulu itu anak-anak yang mungkin tidak terlalu punya kemampuan di bidang misalnya matematika atau science,  dan lain-lain itu banyak dari mereka tidak punya kanal untuk menunjukkan talenta-talenta lainnya, karena sebenarnya apa yang kita sebut intelijen, kita sebut kepintaran itu ada multidimensi.  Mungkin semua orang tua dan guru sudah menyadari itu bahwa di dalam setiap anak itu ada bakat yang seringkali tersembunyi dan hanya keluar pada saat kita memberikan dia menu-menu pilihan seperti yang dilakukan Pusat Prestasi Nasional,” kata Menteri Nadiem.

Sampai hari ini 233.000 pelajar di Indonesia terlibat dalam 42 ajang prestasi di tingkat nasional dan 19 ajang prestasi di tingkat dunia. “Ini luar biasa, tapi nggak banyak masyarakat  mengetahui. Jadi tolong teman-teman di sini yang mendukung, tolong sebarkan lah lewat sosmed, siapa ini pemenang-pemenang dan apa prestasi mereka, karena mereka dirayakan hanya di komunitas mereka sendiri. Tapi kalau kita semua rame-rame sering di sosmed itu, anak-anak akan semakin bangga juga. Jadi menurut saya  satu hal yang semua orang di ruangan ini bisa membantu dan mendukung,” ungkapnya.**

RED-DODI

Back to top button