Evaluasi Prasarana dan Sarana Tempat Pengelolaan Sampah 3R
KAB.BANDUNG,reformasitotal.com
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung telah sukses mengelar kegiatan Evaluasi prasarana dan sarana tempat pengelolaan sampah 3R di RM Riung Panyaungan Jl. Raya Soreang Banjaran Kabupaten Bandung , 22/12
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, mengatakan, “Berdasarkan perundang undangan yang berlaku tentang penanggulangan Sampah yaitu Setiap orang wajib mengurangi dan menanggulangi masalah sampah,” ujarnya.
Menurutnya, yang menjadi PR kita adalah orangnya atau yang menjadi problem kita adalah masalah manusianya, Sampahnya kalau sudah timbul baru menjadi permasalahan besar .
“Makanya strategi kita untuk menanggulangi sampah , bagaimana sampah ini menjadi sumber dari mulai basis individu, basis Rumah tangga, komunal di RW basis Desa basis Kecamatan dan basis kawasan,” terangnya.
Kalau basis rumah tangganya berkurang, kata Asep Kusumah, otomatis basis RW nya juga berkurang kalau basis RW nya berkurang otomatis basis Desa nya juga berkurang begitu juga selanjutnya. Rumusnya akan begitu tegasnya.
Asep Kusumah menjelaskan, keluhan masyarakat bahwa penanggulangan sampah itu membutuhkan sarana, telah kami berikan solusinya yaitu dengan membangun TPS 3R selama lima tahun kebelakang sudah dibangunkan sebanyak 50 unit TPS 3R, dengan biaya per unit sebesar 700 juta .
Selain itu juga, Asep Kusumah menjelaskan, bagaimana sarana tersebut bisa di manfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik baiknya agar sampah dapat ditanggulangi dan menjadi sumber bagi kehidupan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Erpi Suandi, menambahkan, “Untuk TPS 3R di kabupaten Bandung sampai dengan tahun 2022 sudah terbangun sebanyak 164 unit tapi dalam lima tahun terakhir yang dibangun 50 unit dengan anggaran 700juta/ unit,” terang
Anggaran pembangunan tersebut, kata Erpi Suandi, ada yang menggunakan anggaran DAK, ada juga yang dari anggaran IBM dengan istilah paket lengkap .
“Paket lengkap itu bukan hanya bangunan fisik saja tapi sudah dengan mesin pengolah sampah,” terangnya.
Erpi Suandi mengharapkan, dengan dibangunnya sarana dapat terlaksananya pengurangan dan pembatasan sampah yang ada di masyarakat, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang nantinya terangkut ke TPA , dengan terkelolanya sampah yang terangkut ke TPA secara otomatis jumlah sampah di TPA berkurang.
“Intinya tujuan tersebut untuk mengurangi atau meminimalisir jumlah sampah yang masuk ke TPA,” tandasnya.**
RED-Agus/Beti







