Proyek Pekerjaan Jembatan Darurat Rangka Besi Menutupi Jalan Akses Semua Kendaraan yang Melintas

BOGOR-tabloidreformasi.com

Longsor jalan raya Nasional Bogor Sukabumi tepatnya jalan raya Cikereteg dekat SPBU 34.167.13 Cikereteg Bogor menimbulkan masalah besar untuk masyarakat Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Rabu 1/3/2023.

Semua jenis kendaraan sudah tidak bisa melewati karena ditutup oleh para pekerja proyek bahkan para pejalan kaki pun tak akan bisa lagi melintas.
Akses kebutuhan masyarakat dari caringin menuju Ciawi tertutup total sepenuhnya.

PT.BERANTAS yang mendapatkan peran dalam pembangunan proyek di Cikereteg harus memandang aspek sosial kebutuhan masyarakat agar bisa berjalan kaki.

Angkot dari arah Cigombong hanya bisa dilalui sampai pasar Cikereteg dan penumpang diturunkan,
Kemudian berjalan kaki ke arah Ranji untuk kembali naik angkot ke arah bogor disebabkan jalan longsor.

Bila rel jembatan besi darurat (BAILEY), sementara di pasang maka tertutup penuh badan jalan sehingga tak ada lagi ruang untuk masyarakat berjalan kaki,
Masyarakat terbebani biaya ongkos dua kali karena harus berpindah angkot, Sangat memberatkan. tutur ibu euis ketika di konfirmasi.

Guna mendapatkan informasi, awak media menanyakan kepada pekerja proyek di lokasi apakah ada akses jalan untuk pejalan kaki masyarakat kecamatan caringin dan sekitarnya pak.

“Jawabnya tertutup semua pak,
Badan jembatan rangka besi lebar untuk kendaraan besar soalnya.ujar salah satu pegawai proyek jembatan yang ada di lokasi,” ujar salahsatu Pekerja Proyek.

Banyak pekerja yang tidak bisa menjawab ketika awak media meminta informasi
Apakah sudah turun anggarannya proyek untuk jembatan di wilayah longsor jalan nasional Bogor Sukabumi wilayah Cikreteg.

Anggaran belum ditetapkan dan belum ada rencana dibangun nya lagi seperti semula atau dibuat dua jembatan permanen.

Salahsatu masyarakat yang enggan disebutkan namanya berharap, Harapan masyarakat Kecamatan Caringin Dua Jembatan Permanen bisa dibangun agar tidak longsor kembali.

Kini masyarakat yang mengalami resah karena jalan alternatif untuk menuju ke Ciawi sangat jauh, Hingga harus dipikirkan biaya yang wajib di keluarkan.

Pedagang di sekitar wilayah longsor baik toko meubel atau toko grosir kelontongan juga mengalami dampak yang besar karena tak bisa berjualan lagi dikarenakan adanya kegiatan proyek tersebut.

Maka perlu perhatian pemerintahan setempat untuk memperhatikan kesulitan masyarakatnya,” ungkapnya.

RED-Bdy/Mhdt

Back to top button