Ratusan Penggemar Feroza dari Berbagai Daerah, Ramaikan Milangkala BFC yang ke-10

Bandung Barat-tabloidreformasi.com
Ratusan penggemar Daihatsu Feroza dari berbagai daerah tampak meramaikan suasana Milangkala BFC yang ke 10 di kawasan PUSDIKIF Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 11/3/2023.
Sebagai wadah resmi Bandung Feroza Community (BFC) yang menaungi club atau komunitas penggemar dan pecinta Mobil Daihatsu Feroza gelar Milangkala sekaligus bersilaturahmi dengan seluruh anggotanya serta pembagian 150 sembako kepada masyarakat.
Ketua Panitia H.Mumung mengatakan, bahwa acara milangkala ini Alhamdulillah kegiatan Milangkala Bandung Feroza Community (BFC) yang ke 10, dan ini semua rekan-rekan anggota BFC yang benar-benar mengedepankan silaturahmi sesuai dengan tema nya milangkala BFC kali ini,” ungkapnya.
Lanjut H. Mumung selain silaturahmi juga membantu warga sekitar seperti pembagian sembako, dengan adanya BFC ini bisa dirasakan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat dan ke depannya bisa lebih baik lagi dan lebih solid anggota BFC nya.
Acara Bakti Sosial (Baksos) BFC ini sering di lakukan 3 bulan sekali seperti touring religi biar semu kompak dan agenda selanjutnya tetap kita pertahankan, silaturahmi dan membantu masyarakat sekitar seperti pembagian sembako yang hari ini kita lakukan pembagian 150 paket sembako dan uang Rp.100.000 untuk 100 orang warga,” tuturnya.
Ketua umum Asosiasi Feroza Indonesia (AFI) dan ketua Bandung Feroza Community (BFC) H. Untung, mengungkapkan, bahwa agenda BFC untuk semua pegiat penikmat Feroza yang Adventure memasarkan pariwisata dan peduli bencana, peduli rakyat yang memerlukan dan Bandung Feroza Community ini selalu ada di garis terdepan.
” Bahwa Bandung Feroza Community (BFC) sudah waktunya berbagi dan Alhamdulillah semuanya diberi Rizki yang lumayan dan harus peduli kepada sesama juga selalu ada di tengah-tengah tengah masyarakat, kami bukan semata-mata untuk pamer tapi untuk peduli masyarakat dan kerja sama dengan pemerintahan sekitar yang membutuhkan kami siap membantu.
Bahwa zona kita terlalu luas jadi kita hanya mendata regional-regionalnya saja untuk jumlahnya kita ada sekitar 30 regional, maka dari itu kita tetap mengedepankan silaturahmi, sumber dana nya dari kita untuk kita bahwa kalau orang sudah masuk comunitas ini adalah hobi, jadi tidak ada paksaan bahkan dari seluruh anggota bila ada kejadian sering memberikan dan itu sumbangan dari kita semua tidak ada sumber dana dari luar,” pungkasnya.
Red-Teddy







