Ironis, Berdampingan dengan Upper Cisokan 243 Kepala Keluarga Desa Cinengah KBB tak Mempunyai Listrik

Gambar ilustrasi
Bandung Barat-tabloidreformasi.com
Masyarakat Desa Cinengah, Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan program bantuan pemasangan listrik Baru bagi masyarakat tidak mampu belum juga terealisasi ,padahal hidup tanpa keterbatasan listrik merupakan dambaan masyarakat di sana sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.
Sebanyak 243 Kepala Keluarga kurang mampu terpaksa ikut membuat sambungan listrik ke rumah kerabatnya, meski memiliki jarak tempuh yang cukup jauh hingga membutuhkan kabel puluhan meter.
Yang lebih ironisnya, masyarakat Desa Cinengah ini jaraknya tidak jauh dari Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UPCS) diklaim akan menjadi PLTA terbesar dan pembangkit pertama yang menggunakan teknologi Pumped Storage di Indonesia yang berkapasitas 1040 Megawatt.

Ibu ikut menyambung listrik ke saudara, sudah hampir 15 tahun. Karena belum ada uang untuk membeli kWh,” kata Ma Isoh (80) di Kampung Cagendang, Desa Cinengah, Sabtu (24/6/2023).

Menurut ketua RW 01 Oop Budianto membenarkan warganya pernah mengajukan untuk Listrik
Memang betul saya mendapat pengajuan dari masyarakat dan sayapun langsung ajukan tetapi Samali sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Oop.
Oop juga menjelaskan sekitar 30 kepala keluarga belum mendapatkan listrik.
Jangankan untuk memasang listrik baru, pendapatan sehari-hari saja masih minim hanya cukup buat makan, karena masyarakat kami kebanyakan buruh tani,” jelasnya
Oop berharap warganya segera mendapat bantuan dari mana saja, dan pengajuan saya cepat di setujui,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Cinengah Imam Sariman mengatakan betul, sebelum dirinya menjabat kades pun sebagain masyarakat banyak yang belum mempunyai kWh sendiri.
Setelah saya terpilih dengan berbagai upaya saya sudah mengajukan ke pemerintah baik melalui BPSDM,” tandasnya.
Menurut imam dirinya sejak tahun 2021 sudah mengajukan tetapi belum terealisasi.
Upaya yang dilakukan pemerintah Desa sudah maksimal, karena sejak tahun 2021 sudah kita ajukan, tetapi saya maklumi mungkin karena kita baru beres menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.
Imam berharap masyarakat nya bisa bersabar, mudah-mudahan tahun ini semua bisa terealisasi apa yang menjadi kehendak masyarakat Desanya.***







