Eceng Gondok Penuhi Waduk Saguling, Warga Sekitar Mulai Resah

Bandung Barat-tabloidreformasi.com

Keberadaan tumpukan eceng gondok di waduk Saguling terutama di wilayah Sarongge Desa Mekarmukti kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat membuat resah sebagian warga yang berada di bantaran waduk tersebut.

Keresahan warga bukan tanpa dasar, pasalnya tumpukan eceng gondok tersebut dikhawatirkan akan jadi sarang berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jentik jentik nyamuk yang bersarang di eceng gondok dan membuat warga gatal gatal akibat gigitan nyamuk dan timbul penyakit Budug.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Mekarmukti Andriawan Burhanudin angkat bicara terkait keberadaan eceng gondok tersebut, Jumat14/07/2023.

Foto istimewa : Kepala Desa Mekarmukti Andriawan Burhanudin

” Kami dari pihak pemerintah Desa sudah melayangkan surat kepada pihak terkait terutama IP ( Indonesia Power ) untuk mencari solusi tentang meluasnya eceng gondok tersebut,” tutur Andriawan.

Andriawan juga mengungkapkan bahwa sebelum surat di ajukan telah terjadi musyawarah dengan masyarakat tokoh dan lainnya.

” Dari pihak Desa, BPD, Forum , serta RT ,RW kami lakukan mediasi bersama masyarakat, untuk menentukan titik mana yang menjadi akar permasalahan,” ungkapnya.

Lanjut Andriawan, kami juga sudah konsultasi dengan pihak puskesmas dan meminta untuk dilakukan fogging menyeluruh.

” Ya kami sudah konsultasi dengan pihak puskesmas dan meminta untuk dilakukan fogging tetapi menurut pihak puskesmas fogging tidak menyelesaikan masalah, pertama alasan geografis yang begitu luas kedua nyamuk yang berada di bantaran waduk bukan jenis DBD tetapi jenis Anopheles,” terangnya.

Sambung Andriawan, kita akan dorong pertemuan dan mengundang sebagian warga yang terdampak ,Puskesmas, Satgas Citarum Harum, IP dan Kecamatan juga Desa.

” Dan kemarin sudah konfirmasi ke pihak IP untuk pertemuan mereka siap hadir dan untuk jadwalnya kita agendakan di hari Rabu Ini tanggal 19 Juki 2023,” tegas Andriawan..

Andriawan pun menyebutkan telah menemui Waka Dansektor Citarum Harum dan menyambut baik pertemuan ini.

” Waka Dansektor cuma ngasih saran, kalau untuk pengangkutan tidak semudah yang kita bayangkan, pertama tidak efektif karena sampah ecengnya kita perlu tempat yang luas untuk membuangnya , apalagi kalau ke TPS Cipatat besar operasionalnya dan keterbatasan armada, kedua apabila sampah ecengnya kita simpan di bantaran sisi waduk kan sama sama saja jadi sarang jentik,” tegasnya.

Masalah eceng bukan di sarongge saja , kita tanggapi sesuai kewenangan masing masing, dan IP juga mungkin ada penganggaran dan perencanaan, kita tunggu saja pertemuan di hari Rabu mudah mudahan ada solusi buat kita semua,” pungkasnya.

 

Red-Teddy.

Back to top button