Tingkat Kesadaran Masyarakat KBB Masih Rendah Lakukan Vaksin Rabies Bagi Hewan Peliharaan

Gambar ilustrasi Hewan Rabies 

Bandung Barat-tabloidreformasi.com

Kendati belum ada kasus rabies di Kabupaten Bandung barat, namun Dinas Perikanan dan peternakan Bandung Bara l tetap siaga dengan memastikan ketersedian stok vaksin anti rabies.

Sampai sejauh ini dari tahun 2021 /2023 belum ada kasus terjadinya Rabies di wilayah Bandung Barat, kasus terakhir terjadi di wilayah Kecamatan Cipongkor tahun 2020.

Menurut data yang masuk di Dispernakan tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin masih rendah, Kucing 469 ekor, Anjing 237 ekor ,Kera 1 ekor total 710 ekor yang sudah Ter vaksin dari 1400 ekor yang sudah terdaftar.

Foto Istimewa: Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Acep Rohimat

Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Acep Rohimat, menghimbau untuk warga masyarakat Bandung Barat untuk antisipasi penyakit Rabies yang disebabkan oleh Hewan peliharaan.

” Rabies adalah Penyakit hewan menular yang disebabkan oleh gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies, bersifat akut dan menyerang susunan saraf pusat, serta bersifat zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia),” terangnya.

Menurut Acep ada beberapa hal yang harus diketahui bahwa rabies tidak hanya di bawa oleh anjing, tetap juga hewan mamalia lain seperti kucing, monyet, Rubah, rakun dan kelelawar.

” Tanda-tanda hewan yang diduga rabies diantaranya,,terlihat gelisah, takut cahaya, takut air, Agresif dan mudah menyerang orang, demam dan kejang, hipersalivasi atau mengeluarkan air liur berlebihan, tidak nafsu makan dan lemah,” ungkapnya.

Lanjut Acep ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk pencegahan rabies dengan berbagai cara

” Vaksinasi anjing peliharaan, hindarkan diri dari gigitan anjing, rantai anjing agar tidak melukai orang lain, hindarkan peliharaan berkontak dengan hewan liar.” jelasnya.

Acep juga menghimbau jika ada kasus gigitan, segera lapor ke aparat desa, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat serta dinas perikanan dan peternakan untuk dilakukan observasi selama 14 hari terhadap hewannya.

” Sedangkan masyarakat yang digigit segera dibawa ke puskesmas untuk selanjutnya mendapat suntikan VAR. hewan yang diobservasi tetap diberi makan dan minum, ” imbuhnya.

Sambung Acep jika ada masyarakat tergigit hewan pembawa rabies segera lakukan ,Cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, j angan tutup luka, pergi ke puskesmas terdekat, Vaksin diri anda dengan VAR , Laporkan kejadian ini kepada pemerintah yang membidangi kesehatan hewan.

“Kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan baik anjing, kucing, musang dan monyet/kera untuk dilakukan vaksinasi rabies secara gratis, dengan menghubungi petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabuoaten Bandung Barat.

Kepada pihak desa maupun kecamatan yang akan mengadakan vaksinasi rabies massal bisa berkoordinasi dengan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabuoaten Bandung Barat, hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan kejadian rabies di bandung barat,” pungkasnya.

 

Red-Teddy.

Back to top button