Luar Biasa Kain Ulos khas Sumatra Utara diproduksi di Majalaya Kabupaten Bandung

KAB BANDUNG-tabloidteformasi.com

PLUT ( Pusat Layanan Usaha Terpadu) kini sudah selesai dibangun dan siap untuk digunakan, hari ini Senin,23 Oktober 2023 dibuka dan diresmikan langsung Mentri Koprasi UKM Teten Masduki didampingi Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna .hadir pula PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin ,Forkopimda,para OPD serta Para tamu undangan,lainnya.

Dalam kesempatan tersebut digelar hasil produksi dari para pelaku usaha UMKM ,IMKM di pekarangan Gedung PLUT ,diantaranya hasil dari berbagai komoditi pertanian,perkebunan dan home industri yang ada di Kabupaten Bandung.

Diantara hasil produk unggulan dari para pelaku UMKM diantaranya ada yang aneh, karena yang diproduksi pelaku usaha ini bukan khas Kabupaten Bandung atau khas Jawa Barat,namun ini adalah barang khas Sumatra Utara berupa Kain Ulos yang diproduksi di pertenunan atau tenun sulam di daerah Majalaya .

Ketika ditemui awak media ia menerangkan dan mengenalkan dirinya “Saya Epi Sopian asal dari Majalaya yang bergerak di bidang Tenun Sulam kain Ulos khas Sumatra Utara,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang bagaimana kronologisnya sehingga tertarik dengan produksi kain ulos, sedangkan itu adalah barang yang bukan khas Sunda atau khas Jawa Barat,ia menjelaskan” Berawal dari tahun 2010 Saya ditugaskan oleh Kementrian untuk membina para pelaku usaha di Sumatra Utara ,nah disitu saya lihat ada yang membuat kain ulos dengan motiv yang sangat bagus,namun saya lihat bahannya kurang bagus menurut saya,dan menurut saya ini bisa dikembangkan dengan menggunakan bahan baku yang lebih bagus ,terangnya.

Sejak itu Saya coba untuk membuat kain tersebut dengan menggunakan bahan yang high Class yang Saya gunakan pada waktu itu kain sutra,lalu saya bawa ke JCC dan Saya temui Orang Sumatra Utara kebetulan Saya ketemu dengan Ibu Novi Butar butar ,dan Saya coba promosikan ternyata hasil produk Saya langsung diborong dengan harga satu set Rp 3.5 juta ,dan Dia ngasih PO lagi ke Saya,jelasnya.

Momentumnya memang lagi tepat disaat Masyarakat setempat sudah mulai meninggalkan produksi kain ulos ini karena menurut mereka tidak menjanjikan ,tapi menurut Saya ini sangat menjanjikan ,maka Saya ambil keputusan untuk memproduksi kain ulos ini sampai sekarang.

Pada tahun 2015 Saya ditemui media TVRI dan diliput ,sampai ditayangkan di TVRI,sejak itulah Produk Saya berkembang dan Booming bahkan sampai saat ini bisa berkembang ,dan alhamdulillah Saya bisa hidup dengan komoditi ini,dan mempunyai karyawan sampai 100 orang.
Namun sejak adanya Covid 19, produksi Saya menurun jumlah karyawan hanya 30 orang dengan produksi yang dihasilkan sekitar 50 set / bulan.

Produksi ini dikerjakan secara manual ,Kapasitas perorang satu set dikerjakan bisa dua sampai tiga hari dengan ukuran 2 x 1,10 m ,dengan harga variatif dari mulai Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah tergantung motiv dan bahan ,mudah mudahan dengan adanya Pusat Layanan Usaha Terpadu ini bisa berkembang pesat seperti dahulu, apalagi sekarang Saya buat motiv khas Kabupaten Bandung Motiv Kina,” pungkasnya.

 

Agus /Bety.

Back to top button