Potensi Network Gandeng PWI dan IJP, Bertajuk “Sucses is My Right

KAB BANDUNG-tabloidreformasi.com
Bertepatan dengan HUT ke-8, Media Potensi Network menggelar workshop serta pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik di Pantai Pangandaran,Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Pangandaran, Jawa Barat tersebut digelar selama dua hari, yang dimulai pada Jumat 29 Desember hingga Minggu 31 Desember 2023. Turut hadir dalam acara tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Ikatan Jurnalis Padjajaran (IJP), dan seluruh keluarga besar Media Potensi Network.
Pemimpin Umum Potensi Network.com, Triyono, SH., menyebutkan bahwa momentum peringatan hari ulang tahun kali ini menjadi penentu pijakan bersama bagaimana seluruh jajaran media Potensi Network, maju dengan basis kemampuan digital merata sesuai tuntutan perkembangan media itu sendiri.
Perkembangan media massa era digital sangat mempengaruhi kepada performa sumber daya manusia (SDM) atau insan pers dan institusinya secara umum.
Pemimpin Umum Potensi Network.com, Triyono, SH., menyebutkan bahwa momentum peringatan hari ulang tahun kali ini menjadi penentu pijakan bersama bagaimana seluruh jajaran media Potensi Network, maju dengan basis kemampuan digital merata sesuai tuntutan perkembangan media itu sendiri.
Perkembangan media massa era digital sangat mempengaruhi kepada performa sumber daya manusia (SDM) atau insan pers dan institusinya secara umum.
Tantangan kemajuan teknologi informasi ini menurut Triyono, SH menyaratkan pelaku media beradaptasi dengan kemajuan. Skill kewartawanan seorang insan pers itu harus selalu mumpuni.
Hal ini penting dalam rangka menjaga eksistensi kejurnalisan seorang pegiat pers dan institusinya pada setiap sesi perubahan zaman yang dialami,
Tuntutan beradaptasi terhadap perubahan dunia media massa ini, menyisir hampir kepada seluruh elemen vital dunia jurnalistik.
Salah satu contoh kecil, dahulu marak media cetak, pelaku usaha media berlomba mencari bentuk ke khasan tampilan media. Begitu juga kemampuan SDM handal dan berpengalaman menjadi kunci keberhasilan media eksis, ungkapnya
Masih menurut Triyono bahwa saat ini era media cetak mulai surut karena hadirnya internet, media berita online pun menjamur dengan berbagai wujud ide dan gagasan digitalnya serta berbasis penguasaan pengetahuan baru. Dunia informasi ini senantiasa terus diisi pembaharuan, mengalir bersama tuntutan-tuntutan khas tiap zaman.
Menghadapi semua ini, semakin nyata bahwa keabadian sebuah dunia jurnalistik sesungguhnya adalah bagaimana bertahan bersama perubahan itu sendiri,” ucapnya.
Masih menurutnya, bahwa dalam sisi pandang pendidikan, wajar jika insan pers dituntut menjadi mahluk pembelajar sepanjang waktu.
Media Potensi Network membuka kembali wacana kemajuan era digital dalam sesi perayaan hari jadinya ke delapan tahun. Hari ulang tahun (HUT) menjadi momentum tepat menggugah semangat membangun media, dengan hadirnya performa tabloid cetak dan media online menjadi kekayaan tersendiri bagi Potensi Network Grup, turut menyumbangkan kepada keterbukaan dunia kreativitas informasi bagi publik dengan kekhasannya masing-masing.
Pendiri PT. Media Cahaya Potensi Gerakan Masyarakat Pasundan, Mulyani Basir, secara khusus menyampaikan ucapan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan berupa fasilitas, sarana, dan prasarana, dalam kesuksesan acara HUT Media Potensi Network ini.
Ketua PWI Kabupaten Bandung, Enung D Susana melalui Kepala Seksi Bidang Organisasi, Rustandi mengatakan, tugas pers adalah mendidik pemilih memahami tahapan Pemilu dan mendewasakan para pemilih untuk berpikir rasional dan tidak mudah terprovokasi, terutama terkait berita bohong atau hoaks.
Secara umum, papar Rustandi, ada empat tugas yang melekat pada pers atau jurnalistik, yakni sebagai media informasi, pengawasan atau kontrol sosial, pendidikan, dan hiburan.
Menjelang Pemilu 2024, lanjutnya, tugas pers tetap mengacu pada masalah penyebaran informasi, pengawasan, pendidikan, dan hiburan yang satu sama lainnya tidak mudah dipisahkan.
Secara umum, papar Rustandi, ada empat tugas yang melekat pada pers atau jurnalistik, yakni sebagai media informasi, pengawasan atau kontrol sosial, pendidikan, dan hiburan.
Menjelang Pemilu 2024, lanjutnya, tugas pers tetap mengacu pada masalah penyebaran informasi, pengawasan, pendidikan, dan hiburan yang satu sama lainnya tidak mudah dipisahkan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Padjajaran (IJP), Wawan Iwapa meminta kepada seluruh pewarta untuk mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.
Selain itu, kata Wawan, jurnalis juga harus berpenampilan menarik saat akan melakukan tugas jurnalistiknya, baik konfirmasi ataupun klarifikasi, kepada narasumber yang akan diwawancara.
“Hal ini karena wartawan merupakan sebuah profesi, sehingga dibuat kode etik untuk pedoman operasional,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Wawan, adanya Kode Etik Jurnalistik juga sebagai wujud Hak Asasi Manusia yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999.
“Definisi Kode Etik Jurnalistik adalah sebagai sekumpulan prinsip moral yang merefleksikan peraturan-peraturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh wartawan,” terangnya.
Red-Agus/Bety.







