Perjalanan KPU Bandung Barat, Berikan Pendidikan Pemilih di Kampung Cijuhung

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat(KBB) menyelenggarakan simulasi pendidikan pemilih dalam rangka persiapan Pemilihan Umum 2024. Acara berlangsung di Kampung Cijuhung RW 11, Desa Margaluyu Kecamatan Cipeundeuy, Senin 5/2/2024.
Komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam mempersiapkan Pemilihan Umum 2024 menjadi sorotan utama, terutama dalam mengatasi tantangan aksesibilitas dan medan sulit di beberapa daerah terpencil, salahsatunya Kampung Cijuhung.
Jalan yang di lalui sangat terjal dan curam serta harus menyebrang perairan waduk Cirata memakai perahu dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai tujuan.
“Kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam memberikan pemahaman kepada pemilih tentang proses pencoblosan surat suara yang benar. Namun, aksesibilitas menuju Kampung Cijuhung menjadi tantangan utama, mengingat medan yang terjal dan curam,” ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Deni Firman Rosadi, Senin/2/24.
Deni menerangkan, bahwa untuk mencapai TPS 12 di Kampung Cijuhung, diperlukan perjalanan melalui jalur perairan dengan perahu memakan waktu sekitar 20 menit.
“Untuk bisa menjangkau TPS 12 yang ada di Kampung Cijuhung ini harus menggunakan jalur perairan dengan menaiki perahu dibutuhkan waktu sekitar 20 menit,” jelasnya.
Kendati demikian, sambung Deni, apabila hujan turun otomatis perjalanan bakal terhambat lantaran banyaknya eceng gondok yang menutupi perairan waduk Cirata.
“Artinya, kalau cuaca tidak mendukung maka akses perjalanan menuju Kampung Cijuhung pun terhambat karena banyaknya eceng gondok yang menutupi perairan,” paparnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa selain Kampung Cijuhung masih banyak daerah terpencil di KBB dengan medan yang cukup ekstrem. Namun, Kampung Cijuhung ini menjadi yang cukup berat lantaran harus dilalui dengan perahu.
“Daerah lain kendalanya medan dan jarak, namun bisa ditempuh. Kalau di sini sangat sulit. Apalagi, cuaca buruk bisa menjadi kendala,” ucapnya.
Meski begitu, Deni mengakui partisipasi warga masyarakat di Kampung Cijuhung cukup tinggi dan mereka sudah memahami lantaran mereka sempat mengikuti tahapan pencoklitan.
” PPK Cipeundeuy juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kampung Cijuhung. Hal itu sebagai upaya KPU KBB untuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di wilayah terisolir dan mereka harus betul-betul tersentuh,” tukasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kampung Cijuhung, Engkus berharap, Pemilu 2024 bisa membawa perubahan dan menjadi solusi bagi persoalan warga yang berada di kawasan Cirata.
Pasalnya, warga Kampung Cijuhung tengah dihadapkan pada persoalan eceng gondok yang bertebaran dan menumpuk perairan waduk Cirata. Sehingga, mematikan perekonomian warga setempat.
“Kami ingin eceng gondok yang menutupi akses jalan segera dibasmi agar masyarakat Cijuhung bisa bekerja dengan nyaman,” ungkapnya.
Selain itu, sambung Engkus, dirinya berharap para peserta Pemilu Serentak 2024 yang nanti terpilih bisa berkontribusi besar dalam memberikan modal usaha kepada masyarakat yang ada di Cijuhung.
“Kalau keinginan warga mah ingin ada modal usaha, seperti pembuatan keramba atau apa ajalah yang bisa dibikin tempat usaha,” tandasnya.
Usai kegiatan sosialisasi, para petugas KPU mengalami kendala dalam akses jalan yang licin akibat hujan, sehingga beberapa di antaranya sempat tergelincir. Meskipun demikian, semangat untuk menjalankan tugas sebagai pahlawan demokrasi tetap tinggi.
KPU KBB berkomitmen untuk terus melakukan pendidikan pemilih dan memastikan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum 2024, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan aksesibilitas dan medan yang sulit.***







