Pj. Bupati, Arsan Latif, Dianugerahi Penghargaan Khusus oleh Kemendagri

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, meraih Penghargaan Khusus dalam kategori Kepala Daerah atau Pembina Administrasi Kependudukan Terinisiatif Dalam Atensi dan Dukungan Anggaran.
Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, DR. Drs. Teguh Setyabudhi, M.Pd.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran serta Arsan Latif dalam mempercepat proses perekaman dan pencetakan E-KTP bagi para pemilih pemula menjelang Pemilu 2024.
Arsan menjelaskan bahwa permasalahan kependudukan merupakan urusan wajib dan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah di samping tanggung jawab untuk melakukan perekaman data pada para pemilih pemula menjelang pelaksanaan Pemilu.
“Waktu itu, saya memerintahkan Dindukcapil untuk segera melakukan percepatan proses perekaman E-KTP. Namun kami terkendala oleh keterbatasan blangko dan alat perekaman yang dimiliki. Dan dalam rangka percepat kami sudah mendapatkan 32 ribu blangko dari Kemendagri, tetapi masih membutuhkan 5 alat perekaman baru. Sementara untuk pengadaannya tidak ada pada DPA,” katanya.
Oleh karena itu, mengacu pada pasal 69 ayat 2 PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Keuangan Daerah yang mengatakan apabila ada pelayanan dasar yang belum tersedia anggarannya maka bisa menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) apabila dalam keadaan mendesak.
Mengingat kependudukan merupakan pelayanan wajib dan merupakan kebutuhan dasar, terutama dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu 2024.
“Dan menjelang pemilu, kami menggelontorkan sejumlah anggaran dari BTT untuk 5 alat tersebut mengacu pada pasal 69 ayat 2 PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Keuangan Daerah. Mungkin hal tersebut yang mendasari Kemendagri memberikan penghargaan ini,” ungkapnya.
Setelah melalui proses perekaman yang menyita waktu, tenaga dan biaya, akhirnya Disdukcapil Bandung Barat berhasil melakukan perekaman E-KTP hingga hampir 90 persen pemilih pemula dan masyarakat lainnya yang telah memenuhi syarat.
“Alhamdulillah, berdasarkan data sementara, angka partisipasi masyarakat Kabupaten Bandung Barat pada pelaksanaan Pemilu 2024 mencapai 88 persen. Ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat juga makin tinggi,” terangnya.
Untuk terus mengefektifkan proses perekaman dan pencetakan E-KTP di Kabupaten Bandung Barat, Arsan akan menyebar 5 alat tersebut ke seluruh wilayah. Dan jika masih diperlukan, dia akan memberikan tambahan alat lainnya sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas.***







