Pohon Tumbang Hampir Timpa Pengendara Bermotor yang Melintas

KAB. BANDUNG-tabloidreformasi.com

Sebuah pohon tumbang dari tebing gunung Sungapan Desa Sadu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung pada, Rabu 20/3/2024 sekitar jam 07.00 WIB, untung kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

Dari sekitar pukul 7.00 WIB Jalan raya Soreang Ciwidey tampak macet total sampai sekitar pukul 9.00 WIB sehingga memakai jalan alternatif ke jalan taman Pahlawan ke atas tembus ke Desa Sukajadi,ternyata akibat kemacetan tersebut disebabkan dari adanya pohon yang tumbang dari atas tebing yang diduga terkena jatuhan batu dari atas yang diperkirakan juga dari adanya getaran dari sebuah alat berat yang lagi operasi di lokasi gunung tersebut.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebut namanya menjelaskan kejadian tersebut

“Tadi saya lihat ada batu yang jatuh dari atas sana yang hampir menimpa motor yang lewat, kemudian disusul ada pohon yang jatuh ke jalan hingga menghalangi jalan sehingga membuat kemacetan kendaraan di jalan ini,” ujarnya.

Dia pun menambahkan kemudian pada berdatangan pihak kepolisian dan Koramil serta para aparat Desa sehingga datang kelompok petugas yang membereskan pohon.

” Ya dari pihak kepolisian serta dari Koramil datang bersamaan dengan perangkat desa Pohon yang menghalangi jalan tersebut sehingga dalam waktu yang singkat pohon yang menghalangi jalan bisa dibereskan sehingga lalulintas dapat berjalan lancar kembali,” jelasnya.

Nanan Kusnandi Kepala Dusun V saat di konfirmasi di tempat kejadian.( foto: Agus)

Sementara itu salah seorang perangkat Desa yang mengaku Nanan Kusnandi Kepala Dusun V menerangkan kejadian tersebut.

” Ada pohon yang tumbuh di tebing kemudian longsor jatuh ke jalan sehingga mengganggu kelancaran jalan soreang Ciwidey ini sehingga membuat kemacetan,” terangnya.

Nanan menambahkan ,entah apa penyebabnya saya tidak bisa menuduh yang jelas ini lokasi sekitar 30 meter dari lokasi galian.

” Ini bukan galian C,akan tetapi ini tanah milik Orang sadu yang diratakan mau dimanfaatkan oleh pemiliknya dan pelaksana proyeknya pun itu orang sadu juga,” tambahnya.

Ditanya tanah hasil galian nya dia menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui dibawa ke mana tanah galian tersebut.

” Untuk hasil tanah galiannya entah dibawa ke mana, saya tidak tahu dan jalannya proyek ini pun tidak ada koordinasi dengan pihak Desa,dan sudah berkali kali dilarang tetapi yah masih berjalan seperti itu dan alat berat masih juga dipergunakan sampai tadi saat kejadian pohon tumbang,” tukasnya, Nanan.

“Untung tidak memakan korban jiwa dan mudah mudahan tidak terjadi makan korban jiwa,namun tadi sudah saya berhentikan kegiatan proyek tersebut dan saya sudah datangi kepada pihak yang punyanya,” pungkasnya.

 

Red-Agus/Bety

Back to top button