Hari Pertama Job Fair 2024 di KBB Diserbu Ribuan Pencari Kerja

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Ribuan pencari kerja (pencaker) memadati Wisma Shaloom di Jalan Raya Kolmas-Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari pertama Job Fair 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sejak pukul 07.00 WIB, pencaker dari berbagai daerah di sekitar Bandung Raya mulai memenuhi lokasi acara, Senin 27 Mei 2024.
Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, dalam Job Fair ini tersedia sebanyak 8.348 lowongan kerja (loker) yang mencakup penempatan di dalam maupun luar negeri. Acara ini melibatkan 75 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang pekerjaan.
Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muchamad Yusuf, yang membuka acara tersebut, menyebutkan bahwa pengangguran terbesar saat ini berasal dari lulusan SMA dan SMK.
Ia menekankan bahwa salah satu persoalan utama adalah ketidaksesuaian antara pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.
Job Fair 2024 ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan, serta mengurangi tingkat pengangguran di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.

“Kenapa SMA dan SMK mendominasi tingkat pengangguran terbuka? Yang pertama (penyebab) antara yang dididik dan dilatih itu tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.
Untuk meminimalisir angka pengangguran, pemerintah menyelenggarakan Job Fair. Akan tetapi persoalan yang dihadapi adalah masih banyaknya yang belum mempunyai skill.
“Oleh karena itu, kita membuat balai pelatihan vokasi dan produktifitas. Untuk di Bandung saja Kemnaker sudah memiliki 3 (balai pelatihan),” ucapnya.
Kemudian di sisi kebijakan, ada Perpres 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Di dalam Perpres tersebut, kabupaten atau kota masing-masing untuk membuat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV).
TKDV merupakan lintas sektor yang terdiri dari pengusaha dan dinas, supaya lulusan SMK dan SMA bisa difasilitasi untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi supaya bisa kerja.
“Dengan adanya TKDV ada Perpres 68 kita maunya, program pelatihan dan program pelatihan fokasi yang ada di SMK itu harus sesuai dengan pasar. Nah itu yang mau diperbaiki,” bebernya.
Ia juga mengatakan, jika Kementerian Ketenagakerjaan RI
sedang membangun sistem informasi pasar kerja.
“Kita dorong semua siswa SMK untuk masuk aplikasi siap kerja” ucapnya lagi. ***







