Jalan Penghubung Dua Kabupaten Rusak Parah, Dewan Dapil V KBB Diminta Jangan Tutup Mata

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Kampung Tugu, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor yang terjadi pada 14 Mei 2024 lalu. Hingga kini, jalan tersebut belum diperbaiki, padahal merupakan akses penting antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Cianjur.
Kondisi jalan yang licin saat hujan membuat puluhan pengendara motor tergelincir.Kondisi jalan di Kampung Tugu, Desa Sindangjaya, RT 01/05, Kecamatan Gununghalu, KBB, masih sulit dilalui kendaraan.
Seorang pengendara motor mengeluhkan kondisi jalan yang sangat licin ketika hujan.
Endut, seorang relawan penjaga jalan, mengungkapkan bahwa banyak pengendara motor yang jatuh akibat kondisi jalan yang licin.
Endut menyatakan bahwa jika bukan karena inisiatif dirinya dan beberapa warga untuk membersihkan dan menjaga jalan tersebut, akses penghubung antara Desa Sindangjaya dan Desa Cilangari akan terputus.
“Kalau saya dan masyarakat tidak memaksakan diri buat sedikit beres-beres dan nunggu disini mungkin bakal buntu, karena mau kemana lagi kan gaada lagi jalan alternatif lain lagi,” katanya, Senin, 8/7/2024.
Endut, yang telah berusia 63 tahun, rela meninggalkan profesinya sebagai sopir untuk mengawasi dan menolong pengendara motor yang tergelincir.
Selama hampir dua bulan, Endut menunggu tindakan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat longsor. Namun, hingga kini, bantuan yang dijanjikan belum juga datang.
“Batu ti pamarentah teu acan sumping neupi ayeuna mung janji-janji hungkul, kahoyong abdi mah cing atuh kintun-kintun batu (batu dari pemerintah belum datang sampai sekarang cuma janji doang, keinginan saya kirim-kirim batu) 2-3 mobil mah supaya jalan aman dilalui sementara,” katanya.
Endut menyebut bahwa para anggota dewan KBB dari daerah pemilihan (dapil) Gunung, Rongga, dan Sindangkerta belum pernah meninjau jalan yang rusak tersebut sejak longsor terjadi.
“Dewan definitif dan yang terpilih teu acan aya pisan dongkap ti saprak kajadian longsor (dewan definitif dan yang terpilih belum datang). Saya tiap hari disini belum pernah melihat,” sebut Endut.
Menurut Endut, seharusnya para anggota dewan, baik yang terpilih lagi maupun yang tidak, menunjukkan kepedulian dengan meninjau kondisi jalan yang rusak tersebut.
“Kahoyong abdi dewan definitif atau dewan terpilih cing atuh ngalongok-ngalongok kadieu (keinginan saya kepada dewan terpilih atau definitif melongok-melongok kesini) kasian masyarakat,” ujarnya.
Endut meminta kepada para anggota dewan di dapil 5 KBB untuk segera meninjau jalan yang rusak akibat longsor dan mencari solusi terbaik.
“Supaya bisa memikirkan solusi terbaik buat jalan ini, turun ulah bicara amanah keur rakyat. Mana amanahna? (Segera turun jangan bicara aman buat rakyat, mana amanahnya?),” pungkasnya***







