Dokter Ridwan Abdullah Putra Pecahkan Rekor MURI Setelah Melayani 106 Pasien KB dengan Metode MOW

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com

Dokter Ridwan Abdullah Putra berhasil mencatatkan namanya dalam Musim Rekor Indonesia (MURI) setelah melayani 106 pasien Keluarga Berencana (KB) dengan metode tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW) selama 16 jam non-stop di RSIA Graha Medika Padalarang (GMP), Kabupaten Bandung Barat. Aksi maraton ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 23.00 WIB.

Prestasi ini semakin mengukuhkan dedikasi Dr. Ridwan Abdullah Putra, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB). Operasi yang dilakukannya ini juga melengkapi serangkaian tindakan MOW yang telah ia lakukan sebelumnya, menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat.

“Sebelumnya, saya sudah melakukan MOW kepala 2.000 lebih pasien. Kalau kemarin seharian lebih saya melakukan operasi 106 dari rencana awal 121 pasien,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu (21/9/2024).

Tindakan MOW yang dilakukan pemilik nama lengkap Dr.dr. H. Ridwan Abullah Putra, Sp.OG, Subsp.K.Fm, CH tersebut sekaligus tercatat dalam Rekor MURI untuk Pelayanan Tubektomi (MOW) Peserta Terbanyak dalam Satu Hari yang Dilakukan oleh Seorang Dokter.

“Alhamdulilah, lega rasanya saya sudah berhasil dicatat dalam Buku Rekor MURI. Namun yang paling lega lagi, saya sudah berhasil melayani masyarakat dengan maksimal,” ucap Ridwan.

Menurutnya, pelayanan MOW yang dia lakukan sejak dirinya masih menempuh pendidikan spesialis, menjadi spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.

Bahkan saat setelah menjadi konsultan ftomaternal, ia juga tetap aktif melakukan tindakan MOW, baik kepada pasien-pasien pribadi maupun dalam kegiatan-kegiatan bakti sosial MOW yang dilakukan dan digagasnya.

Kemudian, sejak 4 tahun terakhir ia bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB, untuk tindakan MOW tersebut.

Kerja sama yang dibangun dengan dinas tersebut, baik ketika pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), maupun pelayanan di rumah sakit swasta miliknya

Pengabdiannya itu ternyata mendapat perhatian dari BKKBN Pusat. Ia mendapat anugerah Setyalencana Dharma Manggala Kencana atas jasa-jasanya selama ini. yang turut aktif membantu peran serta pembangunan nasional khusunya di bidang keluarga berencana dan pengendalian penduduk.

Terkait pencatatan MURI, Ridwan menjelaskan jika agenda tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 dan Peringatan Hari Kontrasepsi se-dunia yang jatuh pada September ini.

Selain itu, program inipun sejalan dengan program BKKBN Propinsi Jawa Barat yang akan memberikan pelayanan keluarga berencana kepada sejuta akseptor dan usaha-usaha percepatan dalam penurunan angka stunting oleh Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.

“Saya mencoba menginsiasi, kegiatan bakti sosial MOW kepada lebih dari 100 akseptor dalam satu hati, berharap hadi motivasi bagi yang lainnya,” tutur Ridwan.

Sementara layanan MOW tersebut, ia dibantu 3 orang perawat sebagai asisten operasi, 2 orang penata anestesi dan 1 orang perawat on loop.

Pada saat praktek operasi, ia melakukannya di dua kamar operasi dengan 4 meja operasi dan dilakukan secara estafet dengan metode mini laparatomi pomeroy.

Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut telah mendapat dukungan dan rekomendasi dari Ikatan dokter Indonesia (IDI) Pusat dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.

“Kegiatan pencatatan rekor MURI ini disamping untuk mengkampanyekan kontrasepsi mantap pada wanita di tanah air dan mewujudkan program sejuta kontrasepsi di Jawa Barat, juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para yunior dan sejawat dokter lainnya bahwa di usia lebih setengah abad pun masih bisa berkarya,” pungkasnya. ****

Back to top button