Genangan Air Selokan di Simpang Tiga Taman Safari Ganggu Aktivitas Warga dan Pengguna Jalan

BOGOR – tabloidreformasi.com

Luapan air dari selokan di Simpang Tiga Taman Safari, Desa Ciberem, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas pejalan kaki maupun pengendara. Meski kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, belum tampak adanya langkah nyata dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah tersebut.

Ironisnya, lokasi ini berada di jalur nasional yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan. Bahkan saat cuaca cerah, genangan air tetap terlihat di badan jalan, disertai bau tidak sedap yang menambah ketidaknyamanan.

Kondisi ini kontras dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi dalam sebuah video yang beredar di TikTok. Dalam video tersebut, Kang Dedi menegaskan pentingnya penataan aliran sungai dan selokan agar bersih dan teratur di seluruh wilayah Jawa Barat. Sayangnya, kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan, khususnya di titik strategis seperti Simpang Tiga Taman Safari yang menjadi jalur vital menuju kawasan wisata.

Dampak genangan air ini dirasakan langsung oleh warga. Seorang warga mengaku terpaksa mengurungkan niat menghadiri pengajian rutin setiap Kamis di Pondok Pesantren Kelapa Nunggal karena khawatir terkena cipratan air kotor dari selokan. Ia pun memilih jalur alternatif yang lebih jauh, menguras waktu dan tenaga lebih banyak.

Masalah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan akibat paparan air kotor. Selain itu, genangan air mempercepat kerusakan aspal jalan, menyebabkan lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut. Penanganan cepat dan tepat sangat dibutuhkan demi kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan warga serta wisatawan yang melintasi jalur tersebut.***

Red-Bdy.

Back to top button