Lewat Penyaluran CPPD, Pemkab Bandung Barat Perkuat Ketahanan Pangan

Bandung Barat, tabloidreformasi.com
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui program Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP), Pemkab menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada ratusan kepala keluarga di wilayah rawan pangan.
Acara penyaluran bantuan ini digelar di Aula Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Jumat (22/8/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje menegaskan bahwa ketersediaan pangan yang cukup, mudah diakses, dan berkualitas adalah hak dasar seluruh masyarakat.
“Masalah kerentanan pangan merupakan tantangan serius yang harus ditangani. Ketersediaan pangan yang cukup, akses yang mudah, serta kualitas yang layak adalah hak seluruh warga, termasuk di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), KBB masih memiliki 20 desa atau sekitar 12,12 persen yang masuk kategori prioritas 3 (rentan pangan tingkat rendah). Meski demikian, Jeje bersyukur karena tidak ada desa yang masuk kategori sangat rentan.
Pada kesempatan itu, bantuan pangan berupa 10 kilogram beras diberikan untuk 200 kepala keluarga di masing-masing desa rawan pangan, meliputi Desa Sirnagalih dan Desa Cijenuk (Kecamatan Cipongkor) serta Desa Sukamanah (Kecamatan Rongga).
Jeje menambahkan, kerentanan pangan berhubungan erat dengan kasus stunting, keterbatasan akses masyarakat miskin terhadap pangan bergizi, serta fluktuasi harga bahan pokok. Karena itu, Pemkab Bandung Barat menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan program ini.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan dan bantuannya. Semoga bantuan ini benar-benar membantu masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.***







