Bandung Barat Gelar Maulid Nabi, Pemda Ingatkan Kewaspadaan Sesar Lembang

Bandung Barat – tabloidreformasi.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H/2025 M yang dihadiri jajaran pimpinan daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Selain sebagai momentum memperkuat keimanan dan ukhuwah islamiyah, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya terkait kondisi Sesar Lembang.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan kegiatan diawali dengan istighosah sebagai bentuk permohonan ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah, acara dimulai dengan istighosah. Intinya kita semua menyerahkan diri kepada Allah SWT, baik terkait kondisi Sesar Lembang maupun harapan agar Bandung Barat senantiasa dalam lindungan-Nya,” ujar Asep saat menghadiri peringatan Maulid Nabi di Masjid Assidiq, Selasa (9/9/2025).

Ia menegaskan, kunci kedamaian adalah kebersamaan antara masyarakat, ulama, dan umara dengan terus berikhtiar serta memohon perlindungan Allah SWT. Asep juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah sebagai pondasi utama dalam menghadapi segala ujian.

“Melalui BPBD, kami sudah melakukan sosialisasi terkait kondisi Sesar Lembang. Namun yang terpenting, mari kita semua bergandengan tangan dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa Pemkab telah menempuh berbagai langkah antisipasi, termasuk sosialisasi di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak Sesar Lembang.

“Camat dan kepala desa di wilayah rawan sudah mengadakan pertemuan serta sosialisasi. Mereka juga sudah memiliki dokumen mitigasi, termasuk titik kumpul apabila terjadi gempa,” kata Ade.

Ia menyebut, daerah yang diperkirakan terdampak berada di sepanjang jalur dari Cibodas hingga Ngamprah, meliputi Kecamatan Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Padalarang.

Ade menambahkan, Pemkab Bandung Barat juga telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan jika terjadi bencana.

“BTT dalam perubahan anggaran kita tambah lagi. Saat ini masih menunggu evaluasi dari Gubernur. Anggaran tersebut menjadi langkah antisipasi sekaligus sosialisasi ke masyarakat. Kita memang berada di kawasan Sesar Lembang, sehingga harus waspada. Namun sejauh ini kondisi masih normal dan aman,” jelasnya.***

Back to top button