Lagi Lagi Bupati Bogor Dan Lagi Lagi Auditor BPK Ri Perwakilan Jabar Kena Tangkap Tangan KPK
Oleh : NS HADIWINATA , Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi RI ( GNPK-RI)

Dengan telah ditangkapnya Bupati Bogor ( Ade Yasin ) dalam OTT KPK tadi malam, karena dugaan penyuapan, ini adalah sebuah cermin buruknya pengelolaan pemerintahan di Kab. Bogor.
Bagaimana tidak, Mantan Bupati Bogor ( Rakhmat Yasin ) saat ini sedang menjalani hukuman yang kedua kali dalam kasus korupsi, konon Ade Yasin adalah merupakan keluarga dari Rakhmat Yasin.
Seharusnya Ade Yasin sebagai penerus keluarga yang menjabat Bupati Bogor, merasa jera atas kejadian yang menimpa saudaranya dan menjadi perhatian agar tidak terjadi tindak pidana korupsi.
Disini kami melihat bahwa Korupsi telah dijadikan budaya, dan ini adalah paling berbahaya, apalagi Kepemimpinan di Kab. Bogor adalah merupakan hasil dari Dinasti Politik, yang tentunya bagaimana mengamankan kebijakan kebijakan, keborokan keborokan dari pendahulunya.
Kami sangat meyakini, bahwa Pemimpin dari hasil dinasti politik, akan cenderung banyak melakukan penyimpangan dan ini adalah sebuah bukti.
Seminggu yang lalu, saya selaku Ketua PW GNPK RI JABAR telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus Daerah agar melakukan pengawasan masyarakat khususnya menjelang lebaran yang sangat rawan dengan gratifikasi.
Jadi inilah yang saya khawatirkan dan ternyata benar terjadi.
Semoga KPK dalam waktu dekat segera membeberkan kasus gratifikasi ini dengan jelas dan terus mengusut tuntas siapa saja yg terlibat.
Mungkin saja dalam pengembangan kasus ini nantinya akan ada ditemui persoalan kebocoran anggaran lainnya.
Yang lebih parah dan memprihatinkan juga adanya keterlibatan oknum Audiotor BPK JABAR, hal ini saya anggap bahwa BPK JABAR masih lemah melakukan pengawasan di Internalnya, dan ini menimbulkan dampak buruk bagi badan pengawasan.
Baru saja kejadian kemarin di Bekasi ada oknum BPK Jabar yang terkena OTT, eh tadi malam ada kejadian yang sama dilakukan Oknum BPK Jabar.
Nampaknya Oknum BPK Jabar tidak tahan mental menghadapi godaan syaitan ketika berada dilapangan.
Kami berharap agar Kepala BPK Perwakilan Jabar segera melakukan evaluasi terhadap para auditornya agar kejadian yang memalukan ini tidak terulang kembali.
Jangan sampai tingkat kepercayaan publik kepada BPK punah.
Salam Antikorupsi !!!







