MUI: Masyarakat Harus Optimis Iduladha 2022 Aman dari Wabah PMK

JAKARTA,reformasitotal.com
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan, menghimbau agar masyarakat harus optimis bahwa kurban Idul Adha 2022 ini berjalan aman dan nyaman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, artinya masyarakat harus bersikap secara proporsional dan profesional karena semua pihak sudah melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.
“Dalam perspektif MUI berkurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan hukumnya sunat muakkadah (Sunah yang dianjurkan), namun hewan kurban yang dikurbankan itu harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu hewannya harus sehat, kuat dan terbaik, atau dalam artian sehat fisik maupun lahir batin,” ujar Amirsyah Tambunan saat diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema ‘Amankah Berkurban Saat Wabah Mengganas? ‘ secara virtual di Jakarta, Rabu (29/6/2022).
Menurutnya, ada empat kategori jika ingin memilih hewan kurban sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hewan kurban haruslah sehat dan kuat, kedua kalau ada gejala klinis yang ringan seperti mulutnya keluar air liur dan kukunya agak sedikit sakit, itu bisa dikatakan sah untuk dikurbankan.
Kemudian bila ada hewan kurban yang sakit dengan gejala berat, seperti lesu, tidak nafsu makan, berat badannya ringan, air liurnya keluar dan jalannya susah maka tidak sah untuk dikurbankan.
Ketiga, kalau ada hewan kurban ada yang sakit bila cepat disuntik vaksin kemudian sembuh maka sah untuk dikurbankan dengan rentang waktu 10-13 Dzulhijjah. Keempat, kalau ada hewan kurban yang sakit dan tidak sembuh di 10-13 Dzulhijjah atau diluar hari tasyrik maka dinyatakan tidak sah kurbannya.
Oleh karena itu MUI menganjurkan bila ada hewan kurban yang gejalanya berat dan susah disembuhkan harus cepat-cepat disembelih kemudian dimasak dengan cara sesuai dengan standar kesehatan.
“Karena daging yang dimasak dengan higienis kuman-kumannya sudah mati maka aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.**
RED – DODI







