Sebanyak 14 Ribu Lebih SMK Melaksanakan MPLS

JAKARTA,reformasitotal.com

Tahun ajaran baru 2022/2023 akan segera dimulai, dan sebanyak 14 ribu lebih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), saat ini sedang melaksanakan atau sudah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa pelajar SMK adalah para generasi muda yang masa depan akan menentukan arah dan jalannya roda perekonomian Indonesia.

“Adik-adik  harus merasa bangga dan beruntung menjadi pelajar SMK karena selama 3 tahun ke depan, adik-adik akan belajar berbagai keterampilan teknis yang bisa diterapkan langsung di dunia kerja saat lulus nanti. Tidak hanya itu, adik adik juga akan dibekali dengan soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” kata Menteri Nadiem pada acara Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia dengan tema “Berani Berkarya, Kompeten dan Berwirausaha” secara daring di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Contohnya seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam kelompok dan kepemimpinan dengan keterampilan teknis yang mumpuni dan karakter yang tangguh. “Saya yakin ketika lulus nanti adik adik bisa meraih cita-cita yang sesuai dengan minat kalian, baik itu melanjutkan studi ke perguruan, langsung bekerja di industri atau membuka usaha sendiri. Peluang-peluang itulah yang sekarang  sedang kami buka melalui terobosan Merdeka Belajar,” terangnya.

Disebutkan, SMK di Indonesia yang menjadi SMK Pusat  Keunggulan, kolaborasi antara sekolah dan industri sudah dilaksanakan dengan lebih mendalam dan lebih menyeluruh. Kolaborasi ini terjalin mulai dari penyusunan kurikulum, pelaksanaan magang, pemberian sertifikasi, dan penjaminan serapan  lulusan SMK.

“Untuk tahun ini, kami targetkan lebih dari 1300 sekolah menjadi SMK Pusat Keunggulan, dan yang tidak kalah penting juga adalah terobosan kurikulum Merdeka yang tentunya akan memerdekakan adik-adik dalam belajar.  Lebih dari 6800 SMK di seluruh Indonesia sudah mendaftar untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka sesuai dengan persiapannya masing-masing,” terangnya.

“Saya sangat optimis bahwa dengan menerapkan kurikulum yang mengutamakan pembelajaran berbasis proyek, para pelajar SMK akan semakin merdeka untuk belajar dan berkarya. Jadi pesan saya untuk adik-adik semua jangan sia-siakan kesempatan 3 tahun ini untuk berkarya jangan batasi ide dan gagasan kalian. Kerjakan dengan penuh semangat dan tanpa mengenal kata menyerah, dan tentukan arah  masa depan sesuai dengan minat dan panggilan hati masing-masing. Saya yakin adik-adik semua akan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang kreatif dalam berkarya,  kompeten dalam bekerja, dan berkarakter belajar Pancasila,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, menyampaikan di momen MPLS ini diharapkan menjadi sarana untuk semakin membangun semangat untuk berjuang menuntut ilmu di bidang masing-masing yang telah menjadi pilihan para siswa semuanya.

Rangkaian acara MPLS itu akan memberikan wawasan kemanfaatan dan inspirasi baru bagi para peserta didik. “Anda semua adalah calon pemimpin bangsa di masa depan, anda adalah talenta bangsa ini, dan ke depan akan berkontribusi dan berperan dan dengan lebih baik lagi,” ucapnya.

“Kami berharap dengan menjadi peserta didik yang tangguh, rajin dan semangat belajar,  anda dapat mencapai kompetensi apapun yang anda inginkan untuk bekal anda di kemudian hari. Kami berharap setelah mengikuti pembelajaran di sekolah menengah kejuruan yang anda pilih, anda dapat menjadi pelajar Pancasila yang kita harapkan, dan  anda semua siswa pelajar SMK akan menjadi profil pelajar Pancasila yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Mandiri, Gotong-royong, bernalar kritis dan kreatif,” tuturnya.

“Saya berharap dan berpesan kepada para peserta didik SMK yang akan mengikuti pendidikan tidak hanya mengandalkan pembelajaran di SMK saja,  anda bisa belajar dari siapa saja di mana saja, tentang apa saja yang menarik perhatian anda. Jadikan lingkungan anda semua menjadi sumber belajar yang berharga untuk mengasah anda menjadi manusia yang tangguh,” ujarnya.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto menyampaikan, tahun ajaran baru 2022/2023 akan segera dimulai. Sebanyak 14000 lebih SMK yang saat ini sedang melaksanakan atau sudah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS.

Menurut Pasal 2 Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tujuan daripada MPLS adalah mengenal potensi peserta didik, kemudian membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan pembelajaran, fasilitas sekolah dan sarana prasarana sekolah.

Kemudian menumbuhkan semangat motivasi, cara belajar yang efektif bagi para siswa baru. Kemudian mengembangkan interaksi yang positif antar warga sekolah, baik antara peserta didik dengan kakak kelasnya, kantor, dan para guru. Kemudian menumbuhkan perilaku positif antara lain; kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, empati, menghormati keanekaragaman, dan persatuan kesatuan, kedisiplinan hidup bersih dan sehat, serta mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan  semangat gotong-royong.

Pada momentum MPLS tahun ini, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan  menghadirkan alumni-alumni yang berkompeten di bidang hospitality, di bidang teknologi dan rekayasa,  di bidang manufaktur, dibidang industri kreatif  dan yang berwirausaha. Selain itu juga menghasilkan peserta didik yang telah memiliki usaha dengan omset yang tidak sedikit melalui program sekolah pencetak wirausaha. “Hal ini dapat memberikan inspirasi, bagaimana belajar dan pekerjaan di sekolah menengah kejuruan,” ujarnya.

“Rangkaian pelaksanaan siapa peserta didik 2022 ini, kami harapkan dapat memberikan bekal kepada peserta didik baru sebagai bagian dari penguatan karakter khususnya karakter pelajar Pancasila dan bagaimana pembelajaran di sekolah menengah kejuruan,” ungkapnya.**

RED – FAUJI

Back to top button