Anton Mantan Kapolda jabar : Excessive use Force Penggunaan Gas air mata, Merupakan Salah Satu Penyebab Utama Terjadinya Tragedi Sepakbola Malang

BANDUNG,reformasitotal.com

Abah Anton Charliyan mengungkapkan kita sebagai sesama anak bangsa, sebagai wujud rasa duka cita, jika perlu kita kibarkan bendera setengah tiang atas terjadinya Tragedi Sepakbola Malang ini.

Mantan Kadiv humas Polri Anton Ch itu mengatakan Tragedi Sepakbola Malang hampir sama dengan Tragedi Mina, korban meninggal karena terinjak massa yang panik.

Kepanikan massa dan kepanikan Petugas, penyebab utama terjadinya tragedi sepak bola Malang

Terjadinya tragedi sepak bola di stadion Malang , dengan jumlah korban MD ( meninggal Dunia ) hampir 130 orang , merupakan tragedi Kemanusiaan terbesar dalam sejarah Sepak bola nasional, dan layak dijadikan sebagai Tragedi Nasional bagi bangsa indonesia, Tidak salah bila kita semua sebagai sesama anak bangsa mengibarkan Bendera setengah tiang sebagai perwujudan solidaritas & duka cita kita kepada masyarakat Malang Jatim,
Bila kita lihat kronologis peristiwa dari berbagai Versi yang sebetulnya masih simpang siur , tragedi ini hampir mirip dengan Tragedi Mina di Saudi Arabia, dimana massa meninggal dunia karena hiruk pikuknya gelombang massa yang tidak terkendali karena berbagai faktor, antara lain adanya gerak arus masa yg besar ( berdesak-desakan ) sementara ruang tidak mampu menampung ( Sempit ), Daya pandang yang terbatas ( Gelap ) , Udara sesak sulit bernafas dll, sehingga massa menjadi panik dan tidak terkendali, akhirnya banyak yang terjatuh, pingsan dan terinjak-inkak massa itu sendiri,
Kondisi model Mina ini dialami oleh massa yang ada di Stadion Kanjuruhan Malang, dimana menurut keterangan yang kami dapat, Pintu keluar hanya ada 1 Pintu mengakibatkan arus bertumpu pada satu Titik, diperparah Triger utamanya adalah dipakainya Gas Air mata, menjadikan Kepanikan makin tak terkendali, karena kondisi mata perih tidak bisa melihat dan udara Sesak tidak bisa bernafas karena Asap, sehingga menjadikan kepanikan massa tersebut betul-betul lost control full, yang akhirnya mengakibatkan begitu banyak korban yang luka dan Meninggal dunia, padahal sudah jelas aturan FIFA sebagaimana tecatat dalam Stadium Safety ang Security Regulation psl 19, Penggunaan Gas air mata dilarang digunakan dalam Stadium Sepakbola untuk mengamankan massa.
Maka karena hal inilah, diduga telah terjadi Penggunaan Kekuatan yg berlebihan ( Excessive use Force ) atau bisa juga sebagai Abuse of power.
Dari kejadian tsb diatas kita semua yakin dan sepakat, wajib hukumnya kita jadikan sebagai sebuah pelajaran dan evaluasi yang sangat serius, terutama dalam Pola & Sistem Pengamanan Sepak bola serta olahraga lainnya.
Nasi sudah jadi Bubur, kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi kita harus tentukan siapa yang paling bertanggung jawab baik secara Moral maupun secara Hukum, karena telah menimbulkan kerugian moril maupun materiil yg luar bisa,
Adapun yang paling bertanggung jawab yg harus dimintai keterangan atas tragedi ini antara lain :
1. Panita Fihak Penyelenggara
2. Ketua Satgas Keamanan PAM Stadion.
3.Ketua Arema Malang.
4 Pengurus liga sepak bola secara berjenjang.
5. Koordinator Suporter baik Arema maupun Persebaya .
Karena tidak menutup kemungkinan Adanya rasa Letspidercorp sempit, Kebanggan berlebihan dari Fans-fans Fanatik, yang menjadikan salah satu pemicu awal kejadian tsb.
Utk itu memang sangat perlu dibentuk Tim Investigasi Khusus untuk mengusut kejadian ini dengan tuntas, sesuai Intruksi yang telah diperintahkan Presiden. Sehingga mampu mengurai sebab musabab terjadinya tragedi ini dengan jelas dan transparan serta mampu menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas tragedi ini secara Profesional & Proporsional. Agar dikemudian hari diharapkan tidak akan terulang lagi hal yang serupa..**

RED-NS HADIWINATA

Back to top button