Abah Nana Soroti Maraknya PKL Liar di Desa Ciparay dan Sarimahi yang Ganggu Kamtibmas

Bandung – tabloidreformasi.com
Ketua GNPK-RI Jawa Barat, Abah Nana, menyoroti maraknya pedagang kaki lima (PKL) liar di sekitar Pasar Lama Ciparay dan Desa Sarimahi yang dinilai mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
Hal ini disampaikan Abah Nana saat berkunjung ke TPPS Sijagur untuk memantau perkembangan kondisi pedagang pasar Ciparay yang telah direlokasi ke lokasi tersebut.
Dalam kunjungannya, Abah Nana mendengar langsung keluhan para pedagang terkait penurunan pendapatan yang mereka alami setelah berpindah ke TPPS Sijagur. Para pedagang menyebut keberadaan PKL liar di wilayah Pasar Lama Ciparay dan Desa Sarimahi sebagai salah satu penyebab utama menurunnya jumlah pembeli.
“Kami merasa keberatan dengan maraknya PKL liar di sekitar Pasar Lama Ciparay dan Desa Sarimahi, karena berdampak langsung pada pendapatan kami,” ungkap salah satu pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Abah Nana menyatakan keprihatinannya dan meminta Pemerintah Desa Ciparay serta Kecamatan Ciparay untuk segera bertindak.
Menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk menertibkan PKL liar agar para pedagang di TPPS Sijagur bisa kembali mendapatkan pembeli secara maksimal.
“Pemerintah harus segera berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak Perda dan Dinas Perhubungan untuk mencari solusi penertiban. Ini sangat penting agar semua pedagang dapat berjualan secara terpusat di TPPS dan mencari rezeki bersama di tempat yang sama,” tegas Abah Nana, Kamis 19 Desember 2024.
Ia juga menekankan agar pihak Satpol PP Kabupaten Bandung bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan PKL liar.
“Saya berharap para pedagang di TPPS Sijagur bisa kembali bergairah dalam berjualan dan semakin maju ke depannya. Mari bersama menciptakan kondisi pasar yang kondusif dan terpusat,” pungkasnya.***







