Ade Zakir Sekda Bandung Barat Dorong Ruang Kerja Lebih Luas Bagi Kaum Difabel

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ade Zakir, menyampaikan harapannya agar para penyedia kerja dapat membuka ruang lebih luas bagi kaum difabel.
Beliau menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih adil dan inklusif kepada penyandang disabilitas dalam berbagai sektor pekerjaan.
Ade Zakir mencontohkan inisiatif yang telah dilakukan oleh tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang mulai menerapkan kebijakan penambahan kuota khusus bagi kaum difabel.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi perusahaan dan organisasi lain untuk mengikuti jejak serupa, sehingga kaum difabel mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi dalam dunia kerja.
Dengan kebijakan yang lebih inklusif ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih beragam dan memberdayakan semua lapisan masyarakat, termasuk kaum difabel.
Ade Zakir mengajak semua pihak untuk mendukung upaya ini demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata di Kabupaten Bandung Barat.
“Kita harap ada kuota untuk difabel seperti P3K di kita juga, ada (kesempatan kerja) untuk difabel. Karena ini kan sudah menjadi peraturan dari pusat,” ujar Ade, usai membuka Job Fair 2024 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan RI di Wisma Shaloom, Jl. Raya Kolmas-Cisarua, Senin (27/5/2024).
Menyikapi tentang Job Fair yang memberi kesempatan kepada 8.348 lowongan kerja, Ade juga berharap bisa mengurangi angka pengangguran.
Sekaligus bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) KBB yang hingga saat ini, masih berada di bawah PDRB Propinsi Jawa Barat.
Menurutnya, PDRB KBB berada di angka 30 juta, sedangkan Propinsi Jabar sudah mencapai 45 juta.
Jika PDRB KBB meningkat, otomatis berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kalau memang ada tenaga kerja yang nganggur, belum punya kerja memproleh pendapatan sepertinya akan meningkatkan pendapatan secara tidak langsung dia akan meningkatkan PDRB,” ucapnya lagi.
Ia juga menyebutkan, kondisi angka kerja di KBB saat ini masih didominasi mereka yang lulusan Sekolah Dasar (SD), sekitar 48,69%. Kemudian lulusan SMP 20,94% sedangkan lulusan SMA 23,36% dan lulusan perguruan tinggi 7.02%.
“Itu adalah kwalitas tenaga kerja yang sudah berjalan saat ini. Harapan kami dari pemerintah artinya mereka butuh pendidikan tambahan,” ucap Ade.***







