Aplikasi Sentuh Tanahku, Permudah Akses Informasi Pertanahan

JAKARTA,reformasitotal.com
Seiring perkembangan teknologi, masyarakat menginginkan kemudahan akan pemenuhan kebutuhan informasi pertanahan maka Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan Apliaksi Sentuh Tanahku.
“Dalam berbagai kesempatan bapak Presiden mengarahkan untuk mempercepat digitalisasi layanan di Kementerian atau di pemerintahan yang kita kenal dengan istlah Dilan, nah untuk menjawab tantangan tersebut Kementerian ATR/BPN setelah meluncurkan aplikasi Sentuh Tanahku tersedia dalam berbagai versi baik Android maupun Ios,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati saat dialog di salah satu TV swasta Jakarta, Jumat (18/2/2022)
Menurutnya, aplikasi ini diluncurkan dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan yang ada di Kantor pertanahan
Aplikasi Sentuh Tanahku ini ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan informasi pertanahan, dengan aplikasi sentuh tanahku masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait pertanahan.
Contohnya sebelum melakukan jual beli masyarakat bisa mengakses informasi pertanahan, baik yang terkait letak tanah, berapa luas tanah, dan syarat-syarat jual beli dan lain sebagainya.
Dengan aplikasi Sentuh Tanahku masyarakat tanpa harus datang ke Kantor pertanahan jadi dengan genggaman tangan melalui HP masyarakat dapat mengetahui lebih jauh tentang informasi yang ada yang dibutuhkan.
Yilia menambahkan, di aplikasi Sentuh Tanahku ada aplikasi yang namanya aplikasi loket masyarakat dapat mendaftarkan permohonannya melalui aplikasi Sentuh Tanahku sehingga masyarakat nanti akan datang ke Kantor pertanahan dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak usah berlama-lama antri panjang tapi masyarakat akan datang dengan jadwal dan tanggal yang sudah ditentukan secara aplikasi banyak sekali keuntungan atau manfaat yang didapatkan dari apliasi Sentuh Tanahku.
Kepala Kantor BPN Kota Bandung Andi Kadandio Alepuddin mengatakan perkembangan pemanfaatan aplikasi Sentuh Tanahku di kota Bandung sudah diterapkan dan yeris meningkat dengan baik dengan membiasakan budaya pelayanan digital bagi masyarakat kota Bamdung.
Menurutnya, dari 2,5 juta pendudu kota Bandung, 2,1 juta penduduk adalah pengguna internet jadi artinya di kota Bandung mencatat kemajuan teknologi di era digital. “Implementasi layanan Sentuh Tanahku sudah sosialisasikan ke masyarakat kota Bandung dengan melibatkan jajaran Muspida, tokoh masyarakat, ulama dan juga mensosialisakan lewat media sosial, instagram, facebook dan twiter,” jelasnya.
Andi menambahkan, kemudian juga pihaknya memastikan petugas pelayanan atau para pegawai BPN sudah paham betul tentang aplikasi ini, dan teman-teman 100% semua pegawai ASN maupun PPNPM sudah mendownload aplikasi sentuh tanahku ini dan 86% sudah terverifikasi.
“Kemudian diharapan para pegawai ASN maupaun PPNPN mereka menjadi duta Sentuh Tanahku di lingkungannya,” ujarnya.
Sejak diluncurkan dari data bahwa sudah di undah satu juta orang lebih, khusus di kota Bandung yang sudah terverifikasi sebanyak 3177. ” Prediksi kami kedepan akan lebih meningkat karena adanya sosialisasi,’.
Selanjutnya Kantor BPN Kota Bandung juga menunjuk pegawai khusus yang menangani aplikasi Sentuh Tanahku. “Dan yang paling penting kita serius terhadap kegiatan ini kita menunjuk pegawai atau khusus untuk mengecek pelayanan permohonan yang masuk fitur-fitur di lokerku yang saat ini ada di sentuh tanahku untuk masyarakat langsung,” imbuhnya
Lebih lanjut Yulia mengatakan bahwa proses digitalisasi sektor pertanahan yang dirasa sangat penting untuk waktu saat ini mengingat begitu banyak langkah yang harus kita lakukan, pertama terbatasnya ruang penyimpanan dokumen analog,
“Kalau tidak di digitalkan maka akan banyak ruang naskah yang yang harus ditempatkan,” jelasnya.
Kedua dalam untuk memperbaiki layanan pertanahan dalam hal ini aksesbilitas layanan, kecepatan, akuntabilitas, dan keaman dan sertifikat itu sendiri.
Selanjutnya adalah untuk memberikan ruang kepada ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif untuk berperan lebih banyak lagi pada sektor pertanahan.
“Jadi digitalisasi di era 4.0 ini sudah bukan lagi kebutuhan tetapi sebuah keniscayaan,” tutupnya.**
RED-ROMI SUJANA







