Bandung Barat Membawa Beban Utang Fantastis ke PT SMI

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini dihadapkan pada utang yang mencapai jumlah fantastis kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Utang ini mencapai angka yang mencengangkan, menempatkan Pemkab Bandung Barat dalam situasi keuangan yang cukup sulit.
Tidak hanya kepada PT SMI, namun pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga masih memiliki tunggakan sebesar 166 miliar kepada pihak ketiga. Utang sebesar ini menjadi sorotan dan menciptakan perdebatan dengan pihak ketiga di akhir tahun 2023.
Menanggapi besarnya utang sebesar itu, anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB, Gumilar menyatakan jika dirinya tidak begitu heran ketika terjadi gagal bayar tahun 2023.
Jauh-jauh hari pihaknya sudah memperingatkan kepada Tim Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (TAPD) agar Pemkab Bandung Barat menggunakan manajemen cash flow.
Hal itu dia sampaikan pada saat rapat bulanan antara Banggar dengan TAPD pada awal Januari 2023.
“Sebagai anggota Banggar, kita sudah beri masukan agar TAPD harus punya manajemen cash flow. (Karena), saya melihat bulan Februari diisukan SKPD akan ada devisit, maka di situlah kita harus punya manajemen cash flow,” jelasnya, disela-sela Musrenbang Kecamatan Batujajar di vila D’Quen, Senin (22/1/2023).
Cash flow tersebut, untuk menganalisa pemasukan dan pengeluaran sehingga penggunaan anggaran berdasarkan skala prioritas.
Namun yang terjadi mulai Maret-April 2023, pelaksanaan pengadaan barang justru terkesan jor-joran sehingga kas daerah di akhir tahun, mengalami kekosongan dengan meninggalkan utang pada pihak ketiga.
Memasuki tahun 2024, Pemkab Bandung Barat harus membayar utang tersebut kendati dia prediksi tidak bisa pada tri wulan pertama.
“Tahun 2024, penyelesaian (utang) harus dibayar sesuai mekanisme. Walaupun tidak bisa dibayar di kuartal satu, karena harus dilihat dahulu potensinya,” imbuh anggota dewan dari Fraksi PKS ini.
“DAU (Dana Alokasi Umum) juga kan naik tahun ini. Jadi hemat saya, Insha Allah bisa ke bayar. Kan, namanya juga utang harus dibayar. Dan pasti ada penyelesaian,” tegasnya.***







