Bandung Barat Nol Desa Tertinggal, 100 Desa Sudah Mandiri

Bandung Barat, tabloidreformasi.com

Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat capaian penting dalam pembangunan perdesaan. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Desa 2025, tidak ada lagi desa di Bandung Barat yang berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal.

Dari total 165 desa, kini sebanyak 100 desa telah berstatus mandiri, 61 desa masuk kategori maju, dan 4 desa lainnya berstatus berkembang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Dudi Supriyadi, menyebutkan pencapaian ini merupakan bukti keseriusan pemerintah desa bersama masyarakat dalam membangun wilayahnya.

“Alhamdulillah hasil pengukuran indeks desa di Kabupaten Bandung Barat memperlihatkan capaian signifikan. Ini menunjukkan keseriusan para kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” ujar Dudi usai evaluasi indeks desa, Jumat (22/8/2025).

Indeks desa merupakan parameter resmi pembangunan perdesaan sebagaimana diatur dalam Permendes Nomor 9 Tahun 2024. Instrumen ini digunakan oleh Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, hingga BPS untuk menilai capaian pembangunan desa.

Pengukuran di Bandung Barat dilakukan pada Maret–Mei 2025 melalui pengisian kuesioner enam dimensi pembangunan: layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.

Meski dihadapkan pada sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan waktu hingga sarana prasarana yang belum merata, Dudi memastikan seluruh proses berjalan baik berkat arahan Bupati Bandung Barat, dukungan pendamping desa, kecamatan, dan tim verifikasi.

Ia menargetkan dalam 1–2 tahun mendatang seluruh desa di Bandung Barat bisa naik strata menjadi desa mandiri.

“Harapan kami, seluruh desa segera menjadi mandiri. Ini tentu memerlukan intervensi program dari perangkat daerah sesuai tupoksinya yang diselaraskan dengan dimensi indeks desa,” tegasnya.

Pembangunan desa, lanjut Dudi, juga menjadi bagian penting dari visi Kabupaten Bandung Barat AMANAH, khususnya misi ke-6, yakni mewujudkan masyarakat harmonis berbasis kearifan budaya lokal.

Dengan capaian nol desa tertinggal, Bandung Barat semakin meneguhkan diri sebagai daerah yang serius membangun desa secara berkelanjutan dan merata demi kesejahteraan masyarakat.

Back to top button