Cegah Stunting Untuk Masa Depan Anak yang Lebih Baik Pemerintah Kecamatan Cisarua Lakukan Rakor

Bandung Barat – reformasitotal.com

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006.

Dengan hal tersebut Pemerintah Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat dan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Cisarua melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) upaya pencegahan dan penanganan penurunan angka stunting di wilayah setempat, Senin (30/1/2022).

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut Camat Cisarua Drs. Taufik Firmansyah,. M.Si, Kepala Desa se-Kecamatan Cisarua Ketua TP PKK se- Kecamatan Cisarua Pihak dari Puskesmas Cisarua,Pasirlangu MUI dan KUA kecamatan Cisarua serta para tamu undangan lainnya.

Camat Cisarua Drs.Taufik Firmansyah,. M.Si, mengatakan, rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mencegah penambahan angka stunting di wilayah Cisarua khususnya.

Ia menjelaskan, dalam upaya pencegahan dan penanganan penurunan stunting tersebut pihaknya akan melakukan beberapa inovasi diantaranya pengesahan tim pendamping keluarga kelurahan.

Menurutnya, tim pendamping ini bertugas melakukan pendampingan kepada sasaran masyarakat seperti calon pengantin, remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-59 bulan, dengan cara mengidentifikasi faktor resiko stunting dan melakukan pelayanan komunikasi, informasi, edukasi, pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya.

“Kemudian melakukan percepatan pembentukan forum posyandu baik di tingkat Desa maupun Kecamatan,” ucapnya.

Selanjutnya, harus secepatnya dilakukan percepatan pembentukan Bina Keluarga Balita (BKB) dan BKB Holistik Integratif di masing-masing Desa.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral.

Selain itu, juga harus memberikan makanan tambahan bagi balita di posyandu, PAUD dan BKB dan penerapan aplikasi elsimil bagi para calon pengantin yang merupakan sasaran pendampingan.

“Peran TP PKK Desa dan PLKB sebagai mitra kerja Pemerintah khususnya Kecamatan Cisarua diharapkan terus bersinergi sehingga tercapai tujuan penurunan angka stunting di Kecamatan Cisarua ” imbuhnya.

 

RED-CHEVI

Back to top button