Curug Citambur
Tempat Wisata Menawan Butuh Pembenahan

CIANJUR,reformasitotal.com
Wisata Curug ternyata masih menjadi primadona para wisatawan, sekalipun di suasana musim penghujan, terutama wisatawan domestik. Karena keindahan suasana alamnya yang masih asri tentunya menjadi pilihan yang utama, sehingga membuat para pengunjung terkadang ingin mengulangi kunjungannya.
Tak terkecuali dengan Curug Citambur yang terletak di kawasan Hutan Perhutani Cianjur, tepatnya di Desa Karangjaya Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur. Keindahan Curugnya dikelilingi pepohonan dan suasana yang sangat alami, seakan menghipnotis para pengunjung untuk mengabadikannya dengan berfoto ria. Curug yang memiliki ketinggian sekira 130 meter ini, memiliki sumber mata air berasal dari kawasan hutan Blok Hanjawar. Sejak masa pandemi covid, tempat wisata ini sempat tutup, akan tetapi setelah situasi pandemi mulai landai, tempat wisata inipun kembali dibuka dengan protokol kesehatan yang agak sedikit longgar.

Pengelolaan Curug Citambur saat ini dilakukan oleh Perhutani yang merupakan pemilik lahan curug seluas 6,13 hektar yang bekerjasama dengan pihak pemerintahan desa setempat tepatnya Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH).
Menurut salah seorang pengurus setempat yang tidak mau menyebutkan namanya kepada reformasitotal.com, perbaikan perbaikan sarana maupun pembuatan-pembuatan spot foto telah dilakukan tiga tahun terakhir ini. Sehingga tak heran, keberadaan spot-spot foto menambah daya tarik peminat pengunjung untuk berfoto di kawasan sekitar curug. Meskipun jumlah pengunjung masih sedikit sekira 30 sampai 50 orang di musim libur atau weekend, tuturnya. Meskipun akses jalan yang dilalui untuk menuju lokasi ini masih berbatu dan cukup terjal.

Para pengunjung yang ingin berwisata ke sini, tentunya harus menyiapkan bekal dana yang cukup. “Jangan terkecoh dengan apa yang tertulis di google atau lainnya.” Demikian diucapkan Dani salah seorang pengunjung dari Bekasi yang datang bersama teman-temannya dengan menggunakan sepeda motor. “Tiket masuk 10 ribu, parkir motor 5 ribu itupun tanpa tiket yang ada nominal tarifnya, hanya nomor doang, belum kita diminta bayar untuk 1 spot foto 5 ribu rupiah. sementara disini ada kurang lebih 10 spot foto. Coba deh hitungin, kalau kita pakai 5 spot foto saja sudah 25 ribu ditotalin dengan semua tiket masuk jadi 40 ribu. Kebayang engga kalau kita pakai 10 spot foto ?” Tanyanya dengan nada sedikit kesal.
“Kenapa engga langsung aja dihargain tiket masuk 25 ribu gitu, sudah termasuk spot-spot foto, biar engga ribet juga. Lagi moto langsung didatangin dimintai bayar, pindah spot foto, ditagihin lagi, terganggu kita.” Timpalnya kepada reformasitotal.com baru-baru ini di lokasi. “Mending kalau akses jalannya bagus, ini sudah jelek lagi.” Tambahnya. reformasitotal.com sendiri mengalami hal serupa, dimana reformasitotal.com tidak menggunakan spot foto, tetapi didatangi dan dimintai tagihan tiket spot foto.
Beberapa keluhan memang didengar reformasitotal.com dari pengunjung lainnya, seperti dari Jakarta. Hal ini tentunya diharapkan menjadi pertimbangan pihak pengelola untuk lebih memperbaiki sistem tiketing atau hal-hal lainnya untuk kenyamanan pengunjung. Karena mau tidak mau, pengunjung merupakan iklan berjalan, tanpa bayaran. Bisa menyampaikan hal-hal positif atau negatif tergantung dengan apa yang dialaminya. Pengelola atau pengurus dilapangan sendiri harus lebih “punya wibawa dan beretika”, agar pariwisata Curug Citambur lebih berkembang dengan pendapatan yang juga lebih menguntungkan bagi perkembangan kawasan curug tersebut, maupun bagi kesejahteraan karyawannya. Dengan banyaknya wisatawan yang datang tanpa keluhan, dipastikan pengunjung tidak akan bosan untuk kembali datang.
Disisi lain, perlunya perhatian atau campur tangan pihak Dinas Pariwisata Cianjur untuk turut serta menggeliatkan dunia wisata Curug Citambur, serta turut memberikan pembinaan serta evaluasi-evaluasi yang mengedukasi terhadap sumber daya manusia pengelola agar lebih peka dalam menghadapi perkembangan dunia usaha wisata . **
RED-Dewi P.YA







