CURUG NGEBUL KECANTIKAN ALAM YANG TERSEMBUNYI

KAB.CIANJUR,reformasitotal.com

Membicarakan dunia wisata tak akan pernah ada habisnya, hal ini dikarenakan wisata merupakan idola berbagai kalangan. Juga merupakan suatu hal yang mampu merubah kondisi manusia dari stress menjadi rileks, apalagi jika sudah bersentuhan dengan alam. Seakan kegembiraan menjadi tumpah ruah. Dan berwisata juga terkadang menjadi candu, khususnya bagi para penjelajah alam atau penikmat alam.

Lagi dan lagi, Cianjur menjadi salah satu tempat yang dianugerahi Tuhan dengan alamnya yang indah, dengan hamparan gunung dan hutan yang sejuk dengan udara dinginnya, disini pula banyak tersimpan tempat-tempat wisata yang indah dan tersembunyi. Salah satunya Curug Ngebul yang berada di Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur.

Curug Ngebul memiliki ketinggian 1000 mdpl yang berada di kawasan milik Perum Perhutani Kabupaten Cianjur.
Untuk menuju lokasi ini, akan menguras banyak tenaga. Hal ini dikarenakan jalan yang ditempuh sangat terjal, dengan kondisi jalan turun naik, rusak berbatu dan licin. reformasitotal.com sendiri untuk menempuh jalan menuju Curug Ngebul memakan waktu sekitar 4 jam lebih dari Bandung, itu pun dibantu oleh penduduk setempat hingga menuju lokasi Curug. Hal ini dikarenakan minimnya petunjuk arah serta kondisi jalan yang memang sangat melelahkan. Jika mengikuti maps google maka diperkirakan jalan rusak yang kita lalui setelah melewati Kantor Desa Karangjaya Kecamatan Pasirkuda sejauh 18 KM. Meskipun kondisi jalan yang sangat buruk, tetapi masih banyak pengunjung yang datang kesana, walau setelahnya mereka merasakan kelelahan dan mengeluhkan kondisi jalan.

Area Camping yang berdekatan dengan Curug (foto: Dewi P.YA)
Area Camping yang berdekatan dengan Curug (foto: Dewi P.YA)

Curug Ngebul saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Perum Perhutani bersama pemerintahan desa setempat, tepatnya LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), seperti yang dikatakan Dede atau biasa dipanggil Dede Deboy yang merupakan perwakilan dari LMDH Desa Bunijaya yang didampingi Tri mantan Punduh Desa Bunijaya serta Wahyu dari Perhutani Cianjur kepada reformasitotal.com (07/05) di lokasi.
Dikatakan Dede, pengelolaan Curug Ngebul dilakukan secara swadaya dengan dana sebagian dari hasil penjualan tiket seharga Rp. 10.000/orang. Dengan dana seadanya, berbagai sarana di lokasi Curug dibuat secara sederhana dan senyaman mungkin.
Dengan jumlah pengunjung yang tidak seberapa banyak setelah tahu kondisi jalan, tentunya pemasukan pun tak sesuai harapan untuk biaya perbaikan-perbaikan sarana. Untuk itu Dede maupun Tri berharap pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera memperbaiki jalan ke lokasi Curug. “Ya setidaknya diperbaiki dari tempat induk (desa_red) sejauh kurang lebih 400 meter. Bahkan banyak pengunjung yang beberapa hari sebelumnya menelpon mau berkunjung ke Curug ini, namun kemudian mereka membatalkan setelah sampai ditengah perjalanan, mereka lebih memilih putar balik dengan alasan jalan rusak dan kendaraan yang dipakainya mogok.” Keluh Dede.

Curug Ngebul yang begitu mempesona ini jika dikelola dengan baik dengan dukungan sarana jalan yang baik pula dari pemerintah Kabupaten Cianjur, tentunya akan menjadi kawasan Wisata Curug yang akan dikejar para wisatawan bukan hanya domestik tapi bisa juga mancanegara, hal ini dikarenakan keindahannya yang luar biasa dan suasananya yang sangat nyaman. Selain itu, akan menjadi kawasan wisata yang menjanjikan bagi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah). Akankah Curug Ngebul ini tetap tersembunyi tanpa perhatian Pemerintah Kabupaten Cianjur atau mungkin Pemerintah Provinsi ? Beranikah Bupati Cianjur atau Gubernur Jawa Barat mengunjungi lokasi ini sekedar melihat kondisi jalan serta kondisi beberapa ruas jalan desa yang dilewatinya, atau mungkin bisa saksikan seakaan “terisolirnya” penduduk setempat dengan wilayah lainnya karena kondisi jalan yang begitu sangat buruk. “Bukankah pemimpin yang baik harus tahu kondisi rakyatnya, tahu kondisi kebutuhan rakyatnya ? Bukan hanya mengekspos dan mengunjungi tempat-tempat wisata yang mudah dijamah, demi kepentingan popularitas, tapi juga mengunjungi yang tersembunyi yang justru lebih menjanjikan bagi pendapatan negara dari dunia wisata.” celoteh salah seorang pengunjung dari Cipanas Cianjur kepada reformasitotal.com.
(Dewi P.YA./Desya S.)

Back to top button