Dalih Penebusan SK Kepala Puskesmas, Kasubag Kepegawaian Dinkes KBB Diduga Lakukan Pungli

KAB. BANDUNG BARAT, reformasitotal.com
Kepala Substansi Bagian (Kasubag) Kepegawaian pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada Kepala Puskesmas di KBB dengan dalih penebusan SK Kepala Puskesmas.
Narasumber yang identitasnya tidak ingin diketahui mengatakan bahwa, Kasubag Kepegawaian Dinkes KBB yang diketahui berinisial RC itu, diindikasi meminta sejumlah uang kepada Kepala Puskesmas yang sudah dilantik untuk menebus SK.

RC meminta uang, sambung narasumber mengungkapkan, kepada Kepala Puskesmas ada yang nominalnya Rp2 Juta bahkan sampai Rp3 Juta.
“Tapi saya tanya, Kepala Puskesmas yang diminta katanya sesuai kemampuan masing-masing akhirnya,” ujar sumber, Selasa (11/10/2022).

Sumber reformasitotal.com juga menyampaikan bahwa, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB hari rabu mau mengumpulkan para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
“Katanya, Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) sedang minta uang ke bidang-bidang untuk acara tersebut,” paparnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kasubag Kepegawaian Dinkes KBB, RC membantah adanya Pungli ataupun permintaan kepada Kepala Puskesmas.
“Kalau terkait SK, sebenarnya SK dikeluarkan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ya, saya hanya mengkondisikan. Dan sebenarnya tidak ada yang namanya Pungli ataupun permintaan apapun kepada Kepala Puskesmas untuk menebus SK tersebut,” katanya.
Karena kepentingannya untuk, sambung RC menuturkan kepentingan Puskesmas sendiri. “Kalau misalnya mereka meminta di segerakan SK itu untuk turun, karena waktu itu kita berproses”.
“Pelantikan itu hari senin, tanggal 3 Oktober 2022, tanggal 5 kita sertijab internal disini, kemudian saya bertanya ke BKPSDM sudah sejauh mana pembuatan SK. Karena mereka juga kan harus ngeprint dulu, tandatangan dulu, dan lain-lain, baru selesai hari jum’at, dan pada saat itu hari jum’at dibagikan oleh BKPSDM sendiri SK itu, jadi tidak ada yang namanya Pungli, itu tidak benar,” pungkas RC.
Disindir oleh wartawan reformasitotal.com terkait angka nominal yang diduga diminta oleh RC kepada Kepala Puskesmas sebesar Rp2 Juta sampai Rp3 Juta hingga semampunya. RC pun tetap membantah bahwa tidak ada pernyataan itu.
“Bahasan seperti itu tidak ada, karena memang saat itu kita bekejaran dengan waktu, dan saya meminta ke BKPSDM dipercepat. Karena sehubungan dengan mereka akan mengganti spesimen tandatangan untuk peralihan Kepala Puskesmas,” jelasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan telah melantik 32 Kepala Puskesmas di Aula Puskesmas Padalarang, masih dengan RC menjelaskan, hanya waktu itu ada satu orang yang sedang Umroh.
“Kemarin dia baru datang kesini, dan itupun SK nya ada di BKPSDM, maka saya arahkan ke BKPSDM. Saya pun sampai sekarang belum punya salinan, karena langsung diberikannya (SK) di BKPSDM kepada orang yang bersangkutan, dikumpulkan disana waktu itu,” tutupnya mengakhiri perbincangan resmi oleh wartawan.
Dihari yang sama wartawan berupaya mengkonfirmasi Sekdinkes KBB, Aam Wiriawan dikantornya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, dikarenakan Aam sedang ada kegiatan diluar.**(Korwil Jabar/ DRIVANA).
REDAKSI







