Dishub KBB Luncurkan Aplikasi “Om Juki” untuk Wujudkan Zero Parkir Liar

BANDUNG BARAT, tabloidreformasi.com | Dinas Perhubungan (Dishub) terus berinovasi demi menciptakan ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Salah satu gebrakan terbarunya adalah peluncuran aplikasi Om Juki (Optimalisasi Manajemen Juru Parkir), sistem parkir elektronik berbasis pembayaran non-tunai yang terintegrasi dengan QRIS.

Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima, mengatakan Om Juki dirancang untuk menata pengelolaan parkir agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Inovasi ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menghapus praktik parkir liar yang kerap meresahkan.

“Om Juki hadir untuk memastikan tata kelola retribusi parkir yang modern dan bebas dari kebocoran. Sistem ini juga mendukung target zero ilegal parking di seluruh wilayah KBB,” tegas Fauzan, Senin (11/8/2025).

Fauzan menegaskan penataan lalu lintas tak hanya sebatas sistem parkir, tetapi juga pengembalian fungsi fasilitas umum sesuai peruntukannya. Trotoar akan dikembalikan menjadi jalur khusus pejalan kaki, sedangkan badan jalan dibebaskan dari aktivitas yang tidak sesuai, seperti berdagang dan parkir liar.

“Jalan untuk kendaraan, trotoar untuk pejalan kaki, dan berdagang di pasar atau lokasi yang telah ditetapkan. Semua harus sesuai kemanfaatannya,” ujarnya.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat membayar parkir dengan mudah dan aman, sementara Dishub dapat memantau kinerja juru parkir secara real-time. Sistem ini juga meminimalkan potensi penyalahgunaan dan memastikan retribusi masuk ke kas daerah.

“Program ini memberikan manfaat luas, mulai dari kemudahan pembayaran, transparansi pengelolaan, hingga peningkatan kualitas layanan parkir,” tambah Fauzan.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, untuk aktif mendukung gerakan tertib lalu lintas.

“Tanpa dukungan bersama, penertiban tidak akan berjalan efektif. Kami ingin kesadaran tertib lalu lintas menjadi budaya bersama,” pungkasnya.

Back to top button