Dua Orang Guru SD Di Bandung Barat Yang Diduga Berbuat Asusila Kepada Sejumlah Murid Dimintai Keterangan Oleh Disdik KBB

BANDUNG BARAT, reformasitotal.com
Dua orang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga melakukan perbuatan asusila kepada sejumlah muridnya dipanggil dan dimintai keterangan oleh Dinas Pendidikan KBB.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan dikantornya, Kepala Bidang SD yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan KBB Drs. H. Dadang A. Sapardan, M.Pd menyampaikan bahwa ketika ada informasi dimedia reformasitotal.com dengan judul “Biadab, Dua Orang Guru Di Bandung Barat Diduga Tega Berbuat Asusila Kepada Sejumlah Muridnya” tertanggal 16 November 2022, Kepala sekolah dan kedua guru yang diduga melakukan perbuatan asusila kepada sejumlah muridnya itu langsung dipanggil ke Kantor Dinas Pendidikan KBB untuk dimintai keterangan.

“Dan kemarin kami langsung meminta kepada Kepala Sekolah untuk segera mungkin, mempertemukan antara guru yang patut diduga itu dengan orangtua murid, tapi tidak dengan anak (korban) untuk bermusyawarah berkaitan dengan permasalahan ini,” katanya, Kamis (17/11/2022).
Saat dimintai keterangan, sambung Dadang mengungkapkan, kedua guru yang diduga melakukan perbuatan keji itu tidak mengakui atas perbuatannya tersebut.
“Tetapi kemarin sudah diminta Pak Eri Trikurniadi untuk sementara dinonaktifkan,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Dan Garda Manggala Garuda Putih DPC KBB Kang Handy menuturkan, pihaknya bangga atas respon cepat yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan KBB, khususnya Kepala Dinas dan Kepala Bidang SD beserta jajaran untuk menindaklanjuti permasalahan serius yang ada di zona pendidikan.
“Saya menunggu seperti apa tindaklanjutnya, dan tetap kami dari Ormas Manggala Garuda Putih akan mengawal terus dugaan kasus ini sampai ke titik akhir,” ujarnya.
Kedepannya, lanjut Kang Handy mengatakan, atas terjadinya dugaan kasus itu, kami mengharapkan Kepala Dinas Pendidikan KBB ataupun Kepala Bidang SD beserta jajarannya agar lebih ekstra melakukan pengawasan dan melakukan pembinaan terhadap guru-guru diwilayah Kabupaten Bandung Barat agar kejadian ini tidak terulang kembali.
“Jadi kelalaian ini jangan sampai terulang kembali dan kejadian lagi oleh generasi penerus bangsa (pelajar),” pungkasnya.
Korwil Jabar
DRIVANA







