Dugaan Pengusiran Ketua Pokja, Puluhan Wartawan Datangi Kantor KONI Bandung Barat

KBB, reformasitotal.com
Buntut dari dugaan pengusiran yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terhadap Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan KBB, Muhamad Raup, saat hendak melaksanakan tugas jurnalistik nya dalam acara Pemilihan Ketua KONI KBB, pada Rabu (22/6/2022).
Puluhan wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam Pokja Wartawan KBB datangi Kantor KONI KBB untuk melakukan Audensi pasca dugaan Penghalangan dan atau Penghambatan tugas wartawan dalam mendapatkan berita, pada Senin (27/6/2022).

Akan tetapi, sangat disayangkan, Audensi tersebut tidak terlaksana, pasalnya jajaran pengurus KONI KBB dan oknum terduga pelaku penghambatan, penghalangan terhadap Ketua Pokja KBB, Muhammad Raup, tidak satupun ada yang hadir untuk menemui dan memberi keterangan kepada jajaran pengurus dan anggota Pokja wartawan KBB yang mendatangi Kantor KONI KBB, terkecuali bagian kesekretariatan KONI KBB.
Dalam jumpa pers, Ketua Pokja Wartawan KBB, Muhamad Raup mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah bentuk kekecewaan sejumlah pengurus dan anggota Pokja Wartawan KBB terhadap Panitia Penyelenggara Pemilihan Ketua KONI KBB yang diduga telah mengusir dirinya pada saat melaksanakan tugas jurnalistik nya.
“Dia tidak menghargai kami sebagai insan pers, sudah mencabik-cabik kebebasan saya sesuai dengan Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999, pasal 18, ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3,” ungkapnya.
Muhamad Raup menjelaskan, pada saat sebelum pemilihan dilaksanakan, dalam acara tersebut sudah tampak banyak wartawan.
“Saya masuk kedalam ingin melihat hasilnya bagaimana, pada saat saya datang baru dua menit, ternyata Ketua Panitia maupun peserta sidang itu mengusir dengan alasan tidak memakai id card harus keluar. Disitulah saya berang, kenapa tidak ada tehnical metting, kami dianggap seperti apa, kami Pokja wartawan dilindungi undang-undang,” ujarnya.
Muhamad Raup menyesalkan bahwa pihaknya tidak diundang dalam acara Pemilihan Ketua KONI KBB, padahal Pokja Wartawan KBB berdiri sejak tahun 2010 dengan SK Bupati Bandung Barat almarhum Abu Bakar.
“Berhubung ada yang SMS saya, kesini Ketua, oke saya kesana. Makanya pada saat acara berlangsung, anggota Pokja wartawan KBB tidak ada yang meliput, yang ada hanya saya mewakili teman-teman disitu. Alangkah saya teriris ketika Ketua Pokja diusir, bayangkan saya sebagai Ketua yang membawahi teman-teman yang tergabung di Pokja KBB diusir,” imbuhnya.
Muhamad Raup menyebut, bahwa wartawan yang lain, yang hadir dalam acara tersebut diberikan id card.
“Saya ketua Pokja tidak, saya merasa di diskriminasi Pokja wartawan KBB,” tukasnya.

Lebih dalam lagi, Muhamad Raup menuturkan, jika tidak ada permintaan maaf dari Panitia Penyelenggara Pemilihan Ketua KONI KBB kepada Pokja wartawan KBB, pihaknya akan segera menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polwiltabes Bandung.
“Secara hukum saya akan melaporkan kalau ini tidak ada permintaan maaf secara visual Panitia maupun jajaran Panitia terhadap Pokja Wartawan. Akan saya laporkan ke Polwiltabes karena tempat digelarnya Pemilihan Ketua KONI KBB berada di wilayah hukum Polwiltabes Bandung. Tapi, kalau seumpama ada itikad baik terhadap kami dengan meminta maaf secara visual, kami siap menerima permintaan maaf demi Bandung Barat tercinta,” ucapnya.
Sementara, ditempat yang sama, Wakil Ketua Pokja Wartawan KBB, Atek berharap kepada jajaran pengurus KONI Jawa Barat agar menunda pelantikan Ketua KONI KBB yang baru sebelum permasalahan tersebut diselesaikan.
RED – Chevi H
Korwil Jabar – DRIVANA







