Indonesia – Mesir Kolaborasi Bidang Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA, reformasitotal.com
Pemerintah Indonesia dan Mesir memulai kerja sama di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan dalam persiapan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Conference of the Parties -27 United Nation Framework Climate Change Conference (COP-27 UNFCCC) yang akan di gelar di Sharm El-Seikh, Mesir pada 7-18 November 2022.
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kabiro Humas LHK), Nunu Anugrah, menjelaskan kolaborasi itu dimulai dalam pertemuan antara Menteri LHK, Siti Nurbaya, dengan Menteri Luar Negeri Republik Arab Mesir, Sameh Shoukry.
“Pertemuan itu dilaksanakan untuk mendiskusikan mengenai keterlibatan kedua negara dalam COP27 UNFCCC (Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa) mendatang. Selain itu juga kedua pihak menjajaki potensi kerja sama bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Kabiro Humas KLHK dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Sabtu (19/3/2022).
Menurut Nunu, kunjungan Menteri Luar Negeri Mesir ini merupakan kunjungan resmi dengan membawa pesan penting dari Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi sebagai Presiden COP-27 UNFCCC.
Dalam pertemuan bilateral ini, kedua Menteri melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bidang perlindungan lingkungan dan kerja sama pembangunan berkelanjutan.
“Melalui MoU, kedua negara sepakat untuk kerja sama dalam bidang pengelolaan keanekaragaman hayati dan kawasan lindung; perubahan iklim; penanganan limbah; pengelolaan Bahan dan limbah berbahaya; pendidikan dan kesadaran lingkungan; energi terbarukan; dan pengendalian polusi,” jelasnya.
Lebih lanjut Nunu menjelaskan, Menteri Siti memberikan penjelasan perihal kebijakan penyerapan bersih emisi gas rumah kaca dalam kehutanan dan penggunaan lahan lainnya Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 dan implementasinya.
Dalam FoLU Net Sink 2030 dilakukan berbagai langkah kebijakan dan implementasi terkait kehutanan, sehingga pada 2030 emisi karbon menjadi netral dan penyerapan atau penyimpanan karbon alam akan lebih besar daripada emisinya.
”Sektor FoLU, yang berkontribusi terhadap 60 persen target pengurangan emisi Indonesia, akan mencapai Penyerapan Karbon Bersih pada 2030 dan “Net Zero” pada 2060 atau lebih cepat,” katanya.
Indonesia dan Mesir dinilai mempunyai peran sangat penting berkaitan dengan agenda internasional yang diselenggarakan selama 2022.
Peran Indonesia sebagai Presidensi G20 dan Mesir sebagai Presiden COP27 UNFCCC menurutnya memberikan kesempatan lebih luas bagi kedua negara untuk menyinergikan agenda internasional berkaitan dengan lingkungan dan perubahan iklim.
“Indonesia dan Mesir memiliki hubungan baik mengingat Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947. Kedua negara mempunyai posisi sama utamanya dalam menjaga perdamaian dunia,” tandasnya.**
RED – FAUJI







