Jeje Ritchie Tegaskan TPP Berdasarkan Disiplin dan Kinerja

BANDUNG BARAT, tabloidreformasi.com

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa kedisiplinan dan kinerja menjadi kunci utama dalam perolehan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan ASN dan non-ASN di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemkab Bandung Barat, Senin (4/8/2025).

Dalam amanatnya, Bupati Jeje menekankan bahwa TPP bukan hak mutlak, melainkan bentuk penghargaan atas kinerja dan kedisiplinan yang bisa diukur secara nyata melalui sistem aplikasi SMART.

“TPP dihitung dari 40 persen kehadiran dan 60 persen kinerja. Jadi, bukan sekadar hadir di sistem, tapi benar-benar hadir dan bekerja dengan sungguh-sungguh,” tegas Jeje.

Ia juga menyoroti potensi manipulasi presensi dan pelaporan kinerja fiktif yang akan dikenai sanksi tegas. Tak hanya pegawai, pimpinan perangkat daerah yang abai menindak pelanggaran juga akan dikenai sanksi sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021.

“Kalau pimpinannya tidak menindak, maka kami akan tunda rekomendasi pencairan TPP-nya,” ujar Bupati.

Untuk membuktikan komitmennya, Bupati Jeje melakukan uji petik langsung dengan memeriksa kehadiran ASN secara acak dan mencocokkan data sistem dengan kondisi riil di lapangan, didampingi tim dari BKPSDM.

“Saya tidak ingin ASN hanya disiplin di sistem, tapi kenyataannya tidak hadir. Ini soal integritas,” ujarnya.

Mengangkat semangat kemerdekaan di bulan Agustus, Jeje juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima ASN berasal dari rakyat. Oleh karena itu, pengabdian dan pelayanan yang diberikan harus mencerminkan tanggung jawab besar.

“Kemerdekaan bukan hadiah, tapi hasil perjuangan. Maka kita wajib mengisinya dengan kerja nyata dan pelayanan terbaik,” kata Jeje di hadapan ratusan ASN dan non-ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini.

Menutup arahannya, Jeje mengajak seluruh ASN untuk menjadikan bulan kemerdekaan sebagai momen refleksi dan pembuktian bahwa ASN KBB mampu bekerja profesional, bertanggung jawab, dan amanah.

“Tunjukkan bahwa ASN Kabupaten Bandung Barat adalah ASN yang AMANAH — Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis,” pungkasnya.

Apel gabungan ini menjadi penegasan bahwa kedisiplinan bukan hanya soal aturan, tetapi wujud komitmen terhadap pelayanan publik yang berkualitas dan bermartabat.***

Back to top button