KBB Jadi Tuan Rumah Pelatihan KB, 25 Bidan Se-Jawa Barat Berlomba Dapatkan Sertifikat

Bandung Barat-tabloidreformasi.com
Kabupaten Bandung Barat (KBB) baru-baru ini ditunjuk sebagai tuan rumah pelatihan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi bidan se-Jawa Barat yang berlangsung di Graha Medika, Padalarang.
Sebanyak 25 bidan dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat berpartisipasi dalam pelatihan ini, berlomba untuk mendapatkan Sertifikat Pelayanan KB. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, bekerja sama dengan Unit Pelayanan Kesehatan (UPELKES) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat.
Sertifikat tersebut diberikan setelah melalui serangkaian proses pelatihan intensif yang diikuti oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan, dari seluruh Jawa Barat. Setiap daerah hanya mengirimkan dua tenaga kesehatan yang telah lulus seleksi untuk mengikuti pelatihan ini.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) DP2KBP3A KBB, Aam Lia Kartipah, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bidan dalam memberikan pelayanan KB yang profesional dan sesuai dengan perkembangan terbaru.
“Walaupun peserta sudah berpengalaman dalam pemasangan alat kontrasepsi, legalitas berupa sertifikat sangat diperlukan sebagai bukti profesionalisme dalam pelayanan kesehatan,” ujar Aam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 1 Oktober 2024.
Aam juga menambahkan bahwa setiap tenaga kesehatan, terutama bidan, diwajibkan memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). “Kabupaten Bandung Barat dipilih sebagai salah satu lokasi pelatihan karena berhasil melampaui target 170 akseptor KB, dengan pencapaian sebanyak 211 akseptor,” tambahnya.
Pencapaian target tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam standar pelatihan. “Jika target 170 akseptor tidak tercapai, sertifikasi bagi peserta pelatihan dapat ditangguhkan, seperti yang terjadi di beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Barat,” pungkas Aam.







