Kecamatan Dayeuhkolot Gelar Musyawarah Evaluasi Kegiatan Pemerintahan Desa

KAB BANDUNG-tabloidreformasi.com

Kecamatan Dayeuhkolot melaksanakan musyawarah evaluasi kegiatan pemerintahan desa serta perencanaan prioritas usulan untuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2025, pada Kamis, 9 Januari 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Desa, Sekretaris Desa (Sekdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Musyawarah dipimpin langsung oleh Camat Dayeuhkolot, Drs. Asep Suryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh peserta.

“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat berkumpul dalam musyawarah ini. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menunjukkan komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membangun Kecamatan Dayeuhkolot yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Camat Asep menekankan pentingnya musyawarah sebagai forum untuk merumuskan rencana pembangunan yang demokratis dan berkeadilan. Ia berharap hasil dari musyawarah ini dapat menjadi rencana pembangunan yang terintegrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam membangun Kecamatan Dayeuhkolot,” tambahnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Dayeuhkolot, Dra. Lusi Widiawati, MM, memberikan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) aparatur desa. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi program Wifi Bewara Desa.

Program ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk menyediakan akses internet gratis di pedesaan, yang bertujuan mempermudah akses informasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam mendorong literasi digital dan transparansi informasi,” ungkap Lusi.

Selain itu, Lusi menegaskan peran aktif Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan desa agar informasi tersampaikan secara efektif dan transparan.

Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk pembuatan prasasti untuk setiap proyek yang telah selesai.

“Prasasti bukan hanya simbol formalitas, tetapi juga bukti fisik keberhasilan proyek yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Dengan musyawarah ini, Kecamatan Dayeuhkolot berharap dapat merumuskan rencana pembangunan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

Red-Agus-Bety.

Back to top button