Kepala Bakesbangpol KBB Terima Aspirasi Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat

KBB, reformasitotal.com
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ir. H.M Soeryaman Effendy tampil menerima aspirasi dari Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat. Didepan para pemuda yang tergabung dari sejumlah mahasiswa, Soeryaman yang mewakili Pemkab Bandung Barat menyatakan apa yang disampaikan oleh para pemuda tersebut dinilai positif.
“Pemkab Bandung Barat hari ini telah menerima kehadiran Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat yang terdiri dari mahasiswa yang ada di KBB, yang menyampaikan beberapa aspirasi dan penyampaian tuntutan pada proses perbaikan-perbaikan yang harus dilaksanakan di Kepemerintahan KBB. Intinya itu sangat positif, dan kami tanggapi dengan baik,” ujarnya, pada Kamis (19/5/2022).

Soeryaman juga mengapresiasi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Revolusi tersebut. Menurutnya, dalam proses lingkungan demokrasi yang harus berkembang di KBB dimulai dari awalnya generasi muda untuk menyampaikan aspirasinya.
“Sebenarnya mereka itu masuk dalam generasi milenial. Kesbangpol sendiri, pada proses demokrasi itu harus masuk pada lini-lini peran yang harus dimasukinya, misalnya pada proses kepemiluan. Boleh dalam kapasitas pemilih, boleh dalam kapasitas penyelenggaraan, dua fungsi itu kita perlu untuk proses penyelenggaraan demokrasi yang lebih sehat di KBB,” jelasnya.

Ditempat yang sama, saat dikonfirmasi oleh wartawan reformasitotal.com, Pimpinan aksi Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat, Munaz Alfatih mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan untuk merefleksi kinerja Pemerintah dan DPRD KBB terkait permasalahan terjadi di masyarakat maupun dilingkungan Pemerintah KBB itu sendiri.
“Dengan gerakan mahasiswa ini, Harapan kami, Pemerintah bersama-sama DPRD akan lebih mengevaluasi lagi soal program maupun kinerjanya yang berkaitan untuk lebih pro kepada masyarakat. Ditengah permasalahan-permasalahan ini sedang merebak, semoga Pemerintah lebih bijak dalam menjalankan roda pemerintahan maupun dalam membuat kebijakan,” katanya.
Pada saat menyampaikan aspirasinya, lanjut Munaz menuturkan, Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat mengapresiasi penerimaan yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan KBB yang di wakili oleh Kepala Bakesbangpol juga aparat kepolisian yang hadir.
“Pak Soeryaman dan aparat kepolisian juga bersikap responsif, kami juga mengapresiasi tentang kinerja dari mereka, menanggapi aspirasi yang akan kami sampaikan. Dan juga, tadi Pak Kaban menyatakan bahwa, semua aspriasi diterima, namun untuk lebih membahas, lebih jelasnya harus dengan orang yang bersangkutan seperti Pak Plt Bupati Bandung Barat, beserta pemangku kebijakan yang lainnya, seperti Kepala Dinas – Kepala Dinas itu, dan insyaallah akan diagendakan,” tukasnya.
Adapun aksi tersebut, Munaz menyampaikan, pertama, aksi hari ini ditunda dengan alasan, adanya kekeliruan dan miskomunikasi dalam hal pemberitahuan kepada aparat kepolisian.
“Yang kedua, menimbang bahwa Pak Plt Bupati Bandung Barat juga tidak ada, jadi agenda untuk aksi ini ditunda. Dan terkait dengan difasilitasi untuk audensi, kami akan menunggu itikad baiknya. Kalau toh memang tidak digubris, maka kami akan melakukan aksi dengan massa yang bertambah,” bebernya.
Sementara, Ahmad Ahimsa perwakilan dari Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan, bahwa pihaknya melakukan aksi tersebut murni, hasil gerakan moral dan intelektual.
“Apabila ada asumsi liar yang beredar bahwasanya kami ditunggangi dengan si A atau si B itu salah. Kami hadir disini untuk merefleksi kinerja Pemerintah agar ada perbaikan terutama tidak kecolongan lagi seperti dua kepemimpinan kebelakang,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi tertulis yang diterima oleh wartawan reformasitotal.com, dalam aksi yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Revolusi Bandung Barat, menyikapi bahwa banyaknya persoalan, mulai dari:
1. Hutang Pemda Kabupaten Bandung Barat Senilai 285 Milyar kepada PT. SMI dengan Bunga 6, 26%, yang akan menimbulkan kerugian dan menjadi beban dikemudian hari. Seolah-olah penuh keganjilan menimbang dari potensi dan aset di Bandung Barat ini yang bisa dikatakan melimpah seperti mulai berubahnya daerah ini menjadi daerah industry, dilingkupi mega proyek kota baru dan program strategis nasional semisal PLTA dan potensi Pariwisata yang berkembang sudah pasti ada keuntungan dari PAD Daerah yang dapat kembalikan digunanakan dan diperuntukan untuk masyarakat dan menunjang kebutuhan daerah. Namun, seolah tidak cukup dengan mencuatnya persoalan diatas yang penuh tanda tanya.
2. Dengan menimbang realita permasalahan yang saat ini terjadi, kita sadar betul bahwa masih perlu adanya peningkatan SDM di Bandung barat dengan mendorong Pendidikan dan Mengupayakan Perhatian dan Memfasilitasi pendidikan di daerah ini oleh Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Namun apa yang terjadi seakan Pemerintah Bandung Barat Menciderai apa yang menjadi salah satu cita-cita Pendiri Bangsa Yaitu Mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan adanya kasus 50 mahasiswa yang di berhentikan ditengah jalan karena persoalan beasiswa yang tidak dicairkan tanpa adanya alasan yang jelas.
3. Menyangkut persoalan tenaga pendidik Horner yang masih belum mendapatkan perhatian yang mengakibatkan banyaknya sekolah di Bandung Barat yang menjadikan sekolah sebagai arena komersial, adapun menyangkut itu kinerja dari Pemerintah mengenai status dari guru yang terjaring PPPK yang belum ada kejelasan mengenai SK nya.
4. Berkaitan dengan pelayanan publik di daerah Bandung Barat ini masih jauh dari kata pro masyarakat dan mempermudah masyarakat dengan adanya ketimpangan dan kurangnya dalam hal sosialisai dan kebijakan dalam hal pelayanan yang membuat kebanyakan masyarakat kesulitan seperti dalam mengurus keperluan administrasi maupun perizinan lainya yang diperlukan masyarakat. Maka perlu adanya penyesuain dalam pelayanan publik untuk dapat dirasakan masyarakat.
5. Sikap Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam menyikapi keresahan masyarakat mengenai naiknya harga BBM jenis pertamax yang menyebabkan harga-harga bahan pokok melonjak serta jenis barang dan jasa lainnya. Alasan Pemerintah yang kemudian mengalihkan pada persoalan naiknya harga minyak dunia yang mencapai 134 USD/Barrel juga tidak dapat diterima menimbang bahwa ketika pertahun 2020 harga minyak dunia di angka 34USD/Barel tidak diiringi dengan turunnya harga BBM. Bahkan, yang menjadi kekhawatiran adalah nilai subsidi atas pertalite akan dicabut serta akan timbul nya kelangkaan terhadap jenis minyak tersebut.
6. Mengenai Lapangan Kerja di Bandung Barat dengan Data BPS mencatat pada 2021 hanya 11,29% masyarakat angkatan Kerja di Bandung Barat, ditengah Bandung Barat yang mulai menjadi daerah industri dan juga banyak nya Pontensi pariwisata di daerah ini yang seharusnya dapat menyerap lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi di Kabupaten Bandung Barat ini.
7. Lalu Berkaitan dengan Hal Kesejahteraan Sosial atau Bantuan Sosial yang jauh dari kata merata apalagi banyak kasus dilapangan yang tidak tepat sasaran dan banyaknya oknum yang bermain di dalamnya, maka itu perlu ada Penegasan dari kita sebagai agen perubahan dan penyambung lidah masyarakat mengenai persoalan tersebut sejauh mana sistem kinerja pemerintah dalam Peng klasifikasian dan Pengawalan nya.
8. Dari sekian banyaknya persoalan diatas, permasalahan infrastruktur masih menjadi sesuatu hal de javu di daerah ini dengan pembanguna sarana prasarana jalan masih belum atau jauh dari kata merata apalagi di daerah pelosok di Bandung Barat ini, kurangnya perhatian terhadap persoalan tersebut yang mana menghambat mobilisasi masyarakat dan berpengaruh juga terhadap stabilitas ekonomi dimasyarakat daerah terpencil di Bandung Barat ini.
Dalam informasi tersebut juga tertulis:
Dalam sebuah negara demokrasi, keseimbangan antara pemerintah dengan rakyat harus dapat dijaga. Sebab, bila pemerintah memiliki kekuatan dominan maka masyarakat hanya akan menerima pahitnya konsekunsi transaksi elit kekuasaan serta hegemoni dominan dari subjek aparatur pemerintahan. karenanya, maka kekuatan-kekuatan kecil yang tersebar di masyarakat harus kemudian menjadi satu kekuatan besar.
Hal demikian senada dengan apa yang dikatakan oleh gramsci bahwa suatu kelas tidak dapat meraih kepemimpinan nasional dan menjadi hegemonik, jika kelas itu hanya memperhatikan kepentingan mereka sendiri, karenanya mereka harus juga memperhatikan tuntutan dan perjuangan rakyat yang tidak mempunyai karakter kelas yang bersifat murni, yaitu kepentingan yang tidak muncul secara langsung dari hubungan-hubungan produksi.
Dengan berbagai masalah subtansi yang muncul diatas, maka kita sepakat Sebagai Kaum yang peka terhadap persoalan-persoalan di daerah Bandung Barat ini untuk menjadi Mitra Kritis Pemerintah sekaligus mitra strategis pemerintah demi terciptanya peradaban di daerah ini yang lebih baik sesuai dengan cita-cita Pendiri Bangsa dan Makna serta nilai-nilai dari ideologi bangsa yaitu Pancasila.
Dengan demikian hari ini, kami seluruh elemen mahasiswa dan Pemuda Bandung Barat menelaah dan menimbang secara sadar bahwa rakyat sebagai kekuatan Demokrasi harus segera melawan berteriak dengan kencang. Jika tidak, maka itu akan memberikan keleluasaan pada begal Demokrasi yang sewenang-wenang dalam melemahkan supremasi hukum di Indonesia.
Dengan berbagai masalah subtansi yang muncul diatas, maka kita bersepakat bersamasama agar turun aksi ke jalanan Pada hari Kamis Tanggal 19 Mei 2022 dan menyuarakan dengan lantang bahwa:
1. PERTANGGUNG JAWABKAN HUTANG PEMDA KABUPATEN BANDUNG BARAT KE PT. SMI YANG AKAN MENJADI BEBAN APBD.
2. MENDORONG BPK ATAU KPK UNTUK MENGAWASI SYSTEM KEUANGAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT.
3. LANJUTKAN PROGRAM BEASISWA KEPADA 50 MAHASISWA YANGDIBERHENTIKAN.
4. PERBAIKI SYSTEM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT.
5. SIKAP PEMERINTAH DAN DPRD BANDUNG BARAT SOAL KENAIKAN PAJAK PPN DAN BBM.
6. PEMERATAAN PEMBANGUNAN HINGGA DAERAH TERPENCIL
7. PERBAIKI DAN TINGKATKAN SYSTEM BANTUAN SOSIAL YANG BERKEADILAN.
Hari ini kita sadari bahwa bukan hanya #reformasidikorupsi ataupun #demokrasidikebiri tapi kita sudah harus #lawanotoritainismeoligarkiyangberselingkuhdenganbirokrasi.
Siapa saja yang rasa kemanusiaannya terpanggil merasa bebal dengan kondisi Bandung Barat hari ini silahkan untuk datang dan lemparkan kata-kata kritis demi tercapainya Rakyat KBB bedaulat, Untuk Bandung Barat yang lebih baik kedepan.
KITA TUNGGU DI TITIK GEDUNG PGRI BANDUNG BARAT JAM 10.00 WIB, SETELAHNYA KITA BERGERAK KE PEMDA KABUPATEN BANDUNG BARAT HARI KAMIS TANGGAL 19 MEI 2022. BIARKAN INI MENJADI SEJARAH GENERASI KITA SEBAGAI MAHASISWA YANG PEKA TERHADAP DAERAHNYA.
HIDUP RAKYAT! HIDUP MAHASISWA! HIDUP PEMUDA! HIDUP BURUH! HIDUP TANI! HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!
***ADVETORIAL







