Kepala Dinas Kesehatan Drg. Grace Mediana Purnami M. Kes Menggelar Pembukaan Publikasi Data Percepatan Penurunan Stunting Kab. Bandung

KAB.BANDUNG,reformasitotal.com

Kepala Dinas Kesehatan Drg. Grace Mediana Purnami M. Kes menggelar pembukaan Publikasi Data percepatan penurunan  Stunting Kab. Bandung,acara dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan  SE di Hotel Sutan raja  pada hari Jum’at ( 16/12/2022 ).

Dalam acara tersebut hadir selain Kepala Dinas kesehatan dan Wakil Bupati Bandung hadir pula dari Kementrian Dalam Negeri Adrianto SH serta para kepala Desa, para Kader, Kepala Puskesmas dan Petugas Gizi se Kabupaten Bandung.

Dalam sambutannya ,Wakil Bupati Bandung  Sahrul Gunawan SE mengatakan rencana pembangunan jangka menengah Nasional tahun 2022 sampai 2024 Pemerintah berupaya untuk menurunkan Prevalensi Stunting pada Balita setinggi-tingginya 14 persen pada tahun 2024 .

” Di Kabupaten Bandung Prevalensi Staunting Balita hasil Status Gizi Indonesia ( SGI ) tahun 2022 mencapai 17,5 persen, sedangkan berdasarkan aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat ( EPPGBM ) secara by name by address terdapat 16,8 persen Balita Stunting .

Dalam acara tersebut ,Kepala Dinas Kesehatan Drg.Grace menjelaskan “Bahwa stunting itu adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan.

Pada Perpres Nomor tahun 072 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bandung diharapkan dapat data bagi semua pihak.

Para peserta undangan, baik para kepala desa sebanyak 270 desa dan 10 Kelurahan serta para OPD dapat berkolaborasi dengan pihak Dinkes. Karena secara ilmu kesehatan para kader tidak diberi pembinaan atau cara penurunan stunting.Sehingga adanya publikasi saat ini sangat menunjang pembekalan bagi para undangan.

Lanjut Drg. Grace Mediana Purnami M.Kes bahwa data tahun 2021 angka penimbangan sekitar 8,8%, sedangkan di tahun 2022 adanya kenaikan sekitar 1,9%. Sehingga kenaikan di tahun 2022 sekitar 9,06% untuk penimbangan balita.” Jelasnya.

” Mari kita bersama sama cegah stunting di Kabupaten Bandung guna pertumbuhan yang baik bagi para balita, terutama dari sisi pola makannya harus yang bergizi serta peran serta dari para orang tua, para kader posyandu dan puskesmas.” Pungkasnya.

 

RED- (AGUS /BETI).

Back to top button