Ketua GNPK-RI Jabar Prihatin atas Pernyataan Tokoh Jawa Barat terkait Pasar Ciparay

BANDUNG-tabloidreformasi.com
Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Jawa Barat, Abah Nana, menyatakan keprihatinannya atas pernyataan seorang tokoh Jawa Barat, Kang H. Dada Rosada, terkait kondisi pedagang Pasar Ciparay. Pernyataan tersebut disampaikan Kang Dada saat pertemuan silaturahmi dengan beberapa pedagang di kediamannya pada Jumat (13/12/2024) usai salat Jumat.
Dalam pertemuan itu, Kang Dada, yang merupakan mantan Wali Kota Bandung dua periode sekaligus tokoh masyarakat asli Ciparay, menyampaikan bahwa pedagang Pasar Ciparay memiliki hak hukum untuk tetap berjualan hingga masa berlaku Surat Bupati Bandung berakhir pada 2025. Ia juga menyarankan agar para pedagang mengadukan persoalan ini kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Abah Nana mengapresiasi silaturahmi yang dilakukan beberapa pedagang dengan Kang Dada. Namun, ia menyayangkan informasi yang disampaikan oleh para pedagang kepada Kang Dada dinilai tidak utuh dan kurang berbasis fakta.
“Saya sangat prihatin karena informasi yang diterima Kang Dada tampaknya tidak sepenuhnya didukung bukti valid, seperti Surat Bupati yang disebutkan para pedagang. Hal ini tentu dapat memengaruhi pendapat atau saran yang beliau sampaikan ke publik,” ujar Abah Nana.
Menurut Abah Nana, para pedagang seharusnya bersikap jujur dan menyampaikan keluhan dengan didukung bukti-bukti yang kuat.
“Jika memang ada Surat Bupati yang menyatakan hak guna pakai kios dan lapak hingga 2025, tunjukkan surat tersebut kepada Kang Dada agar beliau dapat memberikan pendapat yang lebih objektif,” lanjutnya.
Ia juga menilai, dalam situasi ini, terdapat kesan bahwa Kang Dada dimanfaatkan oleh beberapa pedagang untuk memperjuangkan kepentingan mereka.
“Silaturahmi itu baik, tetapi jangan sampai membebani keberadaan Kang Dada dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya,” tegasnya.
Abah Nana juga mengapresiasi upaya relokasi Pasar Ciparay ke TPPS Sijagur yang dinilainya sudah berjalan cukup baik.
“Sebagian besar pedagang sudah mulai berjualan di TPPS Sijagur, konsumen pun berdatangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa relokasi tersebut pada dasarnya dapat diterima,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau para pedagang yang masih bertahan di pasar lama untuk segera mengikuti langkah pedagang lain yang sudah pindah ke TPPS.
“Lebih baik fokus berjualan di tempat baru demi kelangsungan ekonomi keluarga, sementara persoalan hukum bisa diserahkan kepada advokat sebagai kuasa hukum,” tambahnya.
Abah Nana juga meminta Pemerintah Desa Ciparay untuk meningkatkan pengelolaan di TPPS, terutama dalam hal keamanan dan kebersihan, agar para pedagang merasa lebih nyaman dalam berjualan.
Di akhir pernyataannya, Abah Nana menyampaikan harapan dan doa untuk Kang Dada.
“Semoga Kang Dada tetap sehat, semangat, dan terus peduli terhadap masyarakat. Salam santun untuk keluarga beliau,” pungkasnya.**







