Pedagang Pasar Ciparay Belum Sepakat Harga Kios Yang Ditawarkan Pengembang

KAB BANDUNG-tabloidreformasi.com

Sebagai tindak lanjut audiensi warga pedagang pasar Ciparay dengan Komisi B DPRD Kab. Bandung pada tanggal 18 Juli 2024, dengan agenda mendengarkan keluhan dan keinginan warga pasar Ciparay melalui wadah IWPC, salah satu keputusan Komisi B DPRD Kabupaten Bandung meminta Pemdes Ciparay agar jangan melakukan pemutusan listrik oleh PLN sebelum ada kesepakatan yaitu salah satunya mengenai Harga Kios.

Maka pada tanggal 19 Juli 2024 Pemerintah Desa mengundang Pengurus IWPC, Komunitas HIMPALA, dan Warga pedagang pasar, agendanya adalah SOSIALISASI HARGA KIOS.

Didalam agenda sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kab.Bandung dari Komisi B yaitu H.Yayat Sumirat, SH yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya Sosialisasi Harga Kios Pasar Baru Ciparay.

H. Yayat Sumirat pada awal sambutannya menyampaikan sebuah harapan agar pertemuan pada hari ini mencapai sebuah kesepakatan harga kios dengan tanpa satu sama lain ada yang dirugikan.

“Setelah mendengar keluhan dan atau aspirasi warga pedagang pasar, akhirnya Warga Pedagang Pasar Ciparay yang dimotori oleh IWPC dalam hal ini H. Jefri Hero selaku Ketua Umum dan H. Agus Munawar selaku Ketua Dewan Penasehat, belum menyepakati harga yang ditawarkan sebesar Rp. 20.000.000 per meter,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut maka pada sambutan terakhir Anggota Dewan H. Yayat Sumirat, SH mengambil inisiatif.

” Bahwa hal ini akan dibawa ke DPRD Kabupaten Bandung untuk dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan informasi harga yang ideal, yang nantinya akan dikembalikan kepada para pihak untuk menentukan harga tersebut,” ungkapnya.

Menurut H. Yayat Sumirat, SH, yang akan dibahas juga terkait regulasi mengenai pasar kaget di wilayah Kab. Bandung khususnya wilayah Kecamatan Ciparay.

Pada kesempatan agenda sosialisasi tersebut juga hadir Muspika Ciparay, dan Camat Ciparay bersama Kapolres, Dandim akan menindak lanjuti terkait regulasi yang dianggap masih tertunda.

 

Abah Nana Ketua PW GNPK-RI Jawa Barat

Pada kesempatan tersebut, Abah Nana, Ketua GNPK-RI Jawa Barat sebagai Kuasa Pendamping Warga Pasar Ciparay melalui IWPC, berikan tanggapan terkait agenda sosialisasi harga kios tersebut.

Ia juga menyampaikan beberapa hal, antara lain adalah soal Revitalisasi Pasar Ciparay ini tetap masih dalam proses, makanya disini ada Panitia Pokja Relokasi Pasar Ciparay.

“Saya melihat Pokja sudah sangat bekerja keras untuk mencapai sebuah kesepakatan antara Pemdes Ciparay dengan Para Pedagang Ciparay, yang nantinya harus dituangkan kedalam Surat Kesepakatan dan salah satunya adalah penetapan harga kios yang disepakati,” katanya.

Lanjut Abah Nana, sebenarnya antara warga pedagang Ciparay dengan Tim Pemdes Ciparay, sudah nampak jalinan komunikasi yang baik diantara keduanya, walau memang belum maksimal dan ini adalah sebuah awal yang baik.

“Hal yang terpenting bagi saya adalah bagaimana mencapai kesepakatan itu dilakukan dengan cara yang baik dan benar, baik secara administrasi maupun teknis,” tegasnya.

Abah Nana juga menerangkan menurutnya dilapangan masih ada hambatan dan tantangan karena ditemuinya ada beberapa permasalahan.

“Masih banyak permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya oleh Panitia Pokja, dalam kepanitiaan Pokja saya juga selaku Divisi Legal dan Humas, maka saya berhak untuk menyampaikannya kepada Ketua Pokja agar segera mengambil tindakan tegas bila ada oknum yang dianggap melanggar kodek etik tupoksi Pokja,” terangnya.

Abah Nana dengan tegas menyampaikan siapapun itu pelakunya harus ditindak tegas oleh Ketua Pokja.

” Bahwa jangan salah bahwa Warga Pedagang Pasar Ciparay ini masih dalam kondusif, dibandingkan dengan persoalan pasar lainnya, oleh karena itu jangan sampai ada yang menyakiti warga pasar dengan cara cara yang tidak baik karena ini akan mengganggu tugas Pokja secara utuh,” tegasnya.

Diakhir wawancara iya menegaskan Insya Allah saya Abah Nana akan terus mengawal agar kesepakatan antara Pemdes Ciparay dengan warga Pedagang Ciparay segera terwujud dengan tidak ada yang merasa dirugikan satu sama lain.

“Kita memang berbeda, tetapi kita harus bekerja sama, karena kebersamaan adalah kekuatan.
Pungkas Abah Nana pada akhir tanggapannya,” tutupnya.****

Back to top button