Pelaku UMKM Daerah Jadi Kekuatan Ekonomi lewat Program Cerita Kriya

JAKARTA,reformasitotal.com

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mendorong pelaku UMKM di daerah khususnya para perajin kriya, wastra, dan penyandang disabilitas agar terhubung ke dalam ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Itu disampaikannya saat acara pembukaan Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di di Gedung Art Bali, Bali Collection, The Nusa Dua, belum lama ini.

“Dengan begitu, teman-teman penyandang disabilitas dapat menjadi pelaku usaha yang berdaya dan khususnya perajin yang dapat naik kelas dan mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah dan kebanggaan nasional di pasar global,” kata Menteri Teten.

Melalui Program Cerita Kriya, lanjut Menteri Teten diharapkan dapat tercipta ekosistem inklusif antara UMKM perajin kriya dengan agregator yang memiliki peran untuk menkonsolidasikan proses bisnis.

Seperti konsolidator produksi (factory sharing), rumah pengemasan bersama, on boarding digital, memahami tren pasar sehingga dapat melakukan ekspor untuk pasar dunia.

Menteri Teten menyampaikan program itu diyakini dapat mendukung perluasan ekosistem digital sebagai program pemberdayaan UMKM perajin dan penyandang disabilitas produktif.

Kegiatan bersama WhatsApp Indonesia dan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesisa (PTI) itu, adalah salah satu bentuk kolaborasi dalam rangka mendorong terbentuknya ekosistem digital bagi kalangan UMKM pengrajin dan penyandang disabilitas.

Hal itu sejalan dengan target dari Presiden Jokowi agar sebanyak 30 juta UMKM dapat terhubung dengan ekonomi digital pada 2024.

Untuk itu Menteri Teten mendorong sektor swasta seperti WhatsApp maupun Yayayan PTI yang menggandeng perajin penyandang disabilitas menjadi penyedia platform yang semakin mendorong produk di sektor ini masuk dalam value chain kriya tingkat dunia.

Peran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sangat penting mendorong UMKM melalui pelatihan serta pendampingan, pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga kemudahan usaha lainnya seperti penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Di mana keseluruhan upaya mendorong sektor kriya dan wastra lebih modern, resilien, dan penggerak pasar yang dinamis,” kata Menteri Teten.

Ketua Umum Dekranas Wury Ma’ruf Amin menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi berbagai pihak dalam mengembangkan industri kerajinan nasional.

Wury menegaskan, Dekranas merupakan lembaga independen bersifat nirlaba yang menghimpun semua pemangku kepentingan yang bersinergi untuk mengembangkan produk kerajinan yang sebagian besar di-drive oleh UMKM.

“Sehingga mereka bisa menggali potensi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, serta mendapat kesempatan untuk berusaha dan menjadi pendapatan masyarakat. Dekranas bersama KemenKopUKM mengembangkan identitas bangsa melalui wastra dan kriya,” kata Wury.

Dekranas bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bersinergi mengembangkan UMKM daerah agar terhubung ke dalam ekosistem bisnis dari hulu ke hilir.

Pelaku UMKM dari mulai perajin di bidang kriya, wastra, dan penyandang disabilitas. Cerita Kriya itu juga menggandeng WhatsApp Indonesia dan Yayasan PTI.**

RED-DODI

Back to top button