Pemkab Bandung Imbau Warga Siaga Hadapi Empat Potensi Bencana di Musim Hujan

KAB. BANDUNG – tabloidreformasi.com

Menyambut musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan surat imbauan terkait ancaman bencana alam, yaitu gempa bumi megathrust, gerakan tanah, banjir, dan angin kencang. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat se-Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Surat imbauan tersebut merujuk pada prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang memperkirakan adanya peningkatan curah hujan di Jawa Barat pada periode 2024/2025.

Selain itu, BPBD Kabupaten Bandung juga memperhatikan peta wilayah potensi bencana yang dirilis oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian PUPR, khususnya daerah rawan banjir dan gerakan tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, menyampaikan bahwa pihaknya menghimbau warga untuk lebih waspada, terutama yang tinggal di area rawan longsor dan bantaran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk siaga dan memahami langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi bencana,” ujar Uka Suska di Soreang, Selasa (5/11/2024).

Ia juga mengingatkan pentingnya memantau informasi terkini terkait peringatan dini bencana melalui berbagai platform, termasuk website BMKG dan situs khusus mitigasi bencana.

Selain kesiapsiagaan, Uka Suska mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak, baik secara langsung maupun melalui media sosial, untuk mengedukasi warga tentang mitigasi bencana seperti penanganan gempa bumi, pencegahan banjir, serta upaya menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Tak hanya itu, BPBD Kabupaten Bandung juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko penyakit saat pancaroba, serta menjaga imunitas tubuh. Masyarakat di daerah perbukitan dan lereng diminta lebih waspada terhadap potensi longsor, sementara warga di bantaran sungai diimbau untuk waspada saat hujan lebat yang berkepanjangan, guna mengantisipasi banjir atau banjir bandang.

“Kami harap masyarakat dapat menyiapkan tas siaga bencana dan menyimpan dokumen penting di tempat yang aman. Ini sangat berguna jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” lanjutnya.

Uka Suska juga menekankan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai untuk mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir.

BPBD Kabupaten Bandung mengimbau para camat untuk menyampaikan informasi peringatan dini ini hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Kami harap semua pihak tetap waspada dan siap menghadapi potensi bencana selama musim hujan berlangsung,” pungkasnya.

Jika terjadi keadaan darurat, warga dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pudalops) Kabupaten Bandung di nomor Call Center 0851-6290-1129.

Back to top button