Pemkab Gerak Cepat Atasi Bencana Pergerakan Tanah Cigombong Rongga

BANDUNG BARAT-tabloidreformasi.com

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menanggapi dengan cepat dampak bencana pergerakan tanah yang menghantam Kampung Cigombong RT 04 RW 13 Desa Cibedug, Kecamatan Rongga.

Penjabat Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, menegaskan dalam upaya mengatasi situasi ini.Sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung akan mendapat prioritas dalam relokasi.

Arsan Latif menekankan pentingnya kesepakatan bersama warga terdampak sebagai langkah awal dalam proses relokasi. Ini merupakan langkah tanggap dan proaktif demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak bencana ini.

Relokasi menjadi solusi yang diusung sebagai langkah preventif dan perlindungan bagi warga terdampak. Pemerintah setempat berkomitmen untuk memastikan bahwa proses relokasi dilakukan dengan terorganisir dan terukur, serta memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang terdampak.

Bencana pergerakan tanah ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Dengan langkah tanggap dan kesadaran bersama, diharapkan dampak buruk dari bencana ini dapat diminimalkan, dan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat terjamin.

Alhamdulillah, warganya sudah mau direlokasi itu yang penting. Yang sulit itu, kalau kita mau relokasi masyarakatnya nggak setuju, ujar Arsan saat dihubungi melalui Telephon WhatsApp, Jum’at 30/2/2024.

Pihaknya melihat langsung, kondisi riil bencana tersebut, termasuk bertemu dengan warga dampak pergerakan tanah tersebut.

Kepedulian pemerintah terhadap kondisi riil bencana tersebut ditunjukkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak serta langsung melihat situasi di lapangan. Arsan juga menjelaskan upaya mencari lahan relokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat asal serta mencari sumber dana untuk pembangunan perumahan dan sekolah yang rusak akibat bencana.

Saya baru telepon ke pemerintah pusat dan provinsi, ini gimana solusinya? Saya juga berhubungan dengan pihak-pihak pemilik tanah yang luas disini, karena ini adalah kepentingan untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, alasan warga akan direlokasi lantaran daerah asalnya tidak lagi memungkinkan ditempati. “Pergerakan tanah hingga saat ini masih berlangsung dan pergerakannya mencapai 4-5 meter.

Bencana di Kampung Cigombong sudah memasuki status darurat, dengan 196 warga yang sementara diungsikan di Islamic Center. Pemkab Bandung Barat memberikan fasilitas sementara bagi warga tersebut, sambil menunggu hasil kajian dari BMKG untuk menentukan langkah selanjutnya.

Sementara ini, warga yang berjumlah 196 orang ini diungsikan di Islamic Center. Pemkab Bandung Barat, kata Arsan memfasilitasi mereka sambil menunggu hasil kajian BMKG.

“Semua fasilitasnya akan dipenuhi, sambil menunggu bagaimana kajian BMKG. Kemudian kita berkoordinasi ke beberapa pihak supaya mencarikan lokasi (lahan relokasi),” jelasnya.

Sedangkan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), para siswa SDN Babakan Talang, saat ini menempati Madrasah yang lokasinya agak jauh dari tempat semula.

Sekolah tidak boleh berhenti dan kegiatan belajar mengajar itu tidak boleh berhenti, makanya Kadisdik kita bawa tadi,” ungkapnya.

Arsan masih aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan warga serta menentukan lokasi relokasi yang tepat dengan biaya yang terjangkau. Upaya pemerintah dalam mengatasi bencana ini diharapkan dapat memberikan solusi yang memadai bagi seluruh warga terdampak.

“Makanya saya masih rapat ini, kira-kira lokasi mana yang tepat dan pendanaannya bagaimana. Mudah-mudahan tidak terlalu mahal,” harapnya.***

Back to top button