Pengasuh Ponpes di Bandung Barat Diduga Cabuli Santrinya Sendiri
News

BANDUNG BARAT-reformasitotal.com
Kembali terjadi tindakan pencabulan yang diduga dilakukan oleh guru ngaji terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren (Ponpes), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
IA (32) warga Ciwaruga, Kecamatan Parongpong KBB mengungkapkan, berawal dari terduga pelaku yang mana seorang guru ngaji di ponpes tersebut melakukan praktek diluar nalar kepada korban yang merupakan seorang santriwati.
“Berdasarkan keterangan korban, kejadiannya pertamanya korban yang merupakan santriwati (16) Sekolah SMP itu, disuruh mijit tangan sama kaki abi (julukan pemilik ponpes), dan diramal bahwa sang korban punya penyakit dari kecil,” kata IA bukan nama sebenarnya saat dihubungi reformasitotal.com, Senin (12/12/2022).
Lalu kemudian, lanjut IA, si Abi menyarankan untuk melakukan pembersihan tubuh lantaran sudah menginjak dewasa.
“Terus Abi jawab lagi “Nahh kamu harus rawat tubuh kamu, kamu udah gede, korban jawab iyaa, dan terjadilah pemandian dimandiin Abi lalu korban berontak lari, yang bikin korban trauma banget sampe sekarang Jadi takut buat ngaji dan ketemu sama lawan jenis yang lebih tua,” terangnya.
“Setiap abi ngomong sama korban pasti diakhiri jangan bilang siapa-siapa ini rahasia berdua, pihak keluarga korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dan sudah ditangani polres Cimahi,” sambungnya.
Berdasarkan surat laporan kepolisian, terduga pelaku yang berinisial N (42) melakukan aksi tersebut bukan kali pertama.
Pertama terduga pelaku melakukan tindakan asusila ketika korban yang merupakan santriwati di pesantren tersebut masih duduk di kelas 4 SD, lalu yang kedua ketika korban kelas 5 SD.
“Telah melaporkan tentang peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, serta Pasal 81 Jo Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 ttg Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak,” tulis keterangan Laporan Kepolisian.
Dijelaskan pada laporan tersebut, pada Senin, 07 November 2022 sekira pukul 15.30 WIB salah satu yayasan yang berada di Kecamatan Parongpong KBB telah terjadi tindak pidana pencabulan dan atau Persetubuhan terhadap anak perempuan dibawah umur yang dilakukan oleh NA (42).
“Selaku ustad salah satu yayasan terhadap korban saudari SHT (16), awal mula kejadian menurut keterangan korban yang melaporkan kepada pelapor bahwa pada saat korban kelas 4 SD pernah disetubuhi oleh NA,” tulisnya.
“Kemudian terulang kembali saat korban kelas 5 SD dan pada saat usia 16 tahun korban dimandikan oleh NA namun korban memberontak dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, atas kejadian tersebut pelapor selaku kakak kandung korban melaporkan kepada pihak kepolisian guna pengusutan lebih lanjut,” sambungnya.
RED-CHEVI







